Tradisi Prepegan yang Hampir Punah
Tradisi Prepegan yang Hampir Punah
#TantanganGurusian Hari ke-120
Lebaran masih 12 hari lagi tetapi suasana sudah mulai ramai. Masyarakat sudah mempersiapkan segala keperluan saat Idul Fitri. Persiapan yang paling sering dilakukan masyarakat yaitu persiapan kue lebaran dan baju lebaran. Kedua persiapan ini hampir di seluruh wilayah Indonesia tidak jauh berbeda. Namun, ada hal yang berbeda dengan daerah lain yaitu tradisi prepegan. Tidak semua daerah ada tradisi prepegan.
Prepegan merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh mayarakat Jawa. Namun, masing-masing daerah ada kekhususan sendiri-sendiri. Seperti masyarakat di daerah Tegal. Masyarakat wilayah ini selalu menyambut lebaran dengan di awali prepegan. Prepegaan adalah aktivitas masyarakat sebelum menyambut datangnya Idul Fitri.
Prepegan ini ada dua yaitu prepegan cilik dan prepegan gede. Prepegan cilik adalah aktivitas yang dilaksanakan masyarakat dua hari sebelum datangnya Idul Fitri. Pada prepegan kecil, masyarakat menyiapkan segala keperluaan lebaran di antaranya persiapan untuk berziarah ke makam orang tua. Sejak pagi masyarakat berbondong-bondong ke pasar membeli kembang dan sore sehabis Ashar masyarakat menuju makam. Kalau hari kedua sebelum lebaran masyarakat tidak sempat, ziarah atau nyekar akan dilakukan esok sorenya.
Selain membeli kembang, pada hari prepegan kecil ini masyarakat menyiapkan kebutuhan Idul Fitri. Masyarakat akan menyiapkan kebutuhan pokok yang jarang ada pada hari-hari biasa seperti lebaran. Masyarakat mendatangi pasar-pasar tradisional untuk membeli kebutuhan pokok beras, telor, ayam, daging, ikan. Masyarakat juga menyiapkan kue-kue khas lebaran. Tidak ketinggalan dan ini harus ada yaitu membeli baju baru untuk lusa dipakai lebaran.
Nah, seandainya pada prepegan cilik kebutuhan itu belum terpenuhi, masyarakat akan memenuhinya pada prepegan gede. Prepegan gede adalah aktivitas masyarakat satu hari menjelang Idul Fitri. Segala kebutuhan yang belum terpenuhi pada prepegan gedelah puncaknya. Adanya aktivitas ini pasar menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi masyarakat.
Namun, seiring perubahan modernisasi tradisi prepegan ini mulai bergeser baik prepegan cilik maupun prepegan gede. Aktivitas yang biasanya dilakukan pada hari-hari terakhir Ramadan ini sudah mulai bergeser. Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada hari-hari terakhir menjelang Idul Fitri tetapi mereka sudah menyiapkan sejak awal Ramadan terutama persiapan baju baru dan kue-kue lebaran. Kebutuhan itu sudah dapat dengan mudah diperoleh di pasar modern atau mal kapan saja. Ini khususnya bagi masyarakat menengah ke atas prepegan sudah mulai pudar..
Kebutuhan pokok pun tidak sertamerta di akhir Ramadan, tetapi mereka sudah menyiapkannya ayam, daging, ikan jauh hari karena sudah bisa disimpan lama dalam frizer. Apalgi dengan menjamurnya pasar modern dan mal prepegan sudah dimulai sejak awal Ramadan. Yang masih tersisa persiapan kembang untuk nyekar saja.
Bogor, 30042021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
