Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DILEMA

DILEMA

Dilema

#Tagur Hari ke-125

Sebenarnya Sangidun kasihan sama Karto. Ia harus dua kali tidak mendampingi istrinya saat melahirkan. Pasti pedih rasanya menghadapi kondisi seperti ini. Aku memaklumi keinginan Karto. Tapi, larangan pulang kampung mau tidak mau harus dipatuhi.

Sangidun belum beranjak dari teras kontrakan Karto. Ia perhatikan sahabatnya. Tampak ekspresi wajahnya tidak ceria. Ia tampak gelisah tak seperiang biasanya. Padahal Karto bukan tipe pemurung tapi kali ini terlihat dia lebih banyak diam, tak banyak bicara.Ia hanya seperlunya saja bicara. Ini sudah harus dicari solusinya. Begitu pikir Sangidun.

“To, bagaimanapun juga aku dapat merasakan kegelisahan kamu. Kamu pasti ingin berada di sisi istrimu. Aku mengerti, To,” ujar Sangidun. Karto diam saja. Dia mendengarkan saja apa yang dikatakan Sangidun.

“To, tentu ada solusi. Kamu jangan khawatir tidak bisa pulang kampung kali ini. Aku akan bantu. Kamu tunggu saja. Jangan ambil tindakan yang konyol. Kamu pasti bisa pulang kampung,” kata Sangidun sambil bangkit meninggalkan Karto yang bengong.

Ia akan menyiapkan surat permohonan izin pulang kampung kepada lurah. Ia yakin kali ini usahanya berhasil. Karto akan mendampingi Murfiah saat melahirkan anak keduanya. Ia tersenyum membayangkan sahabatnya sekaligus saudara sepupunya menggendong bayi mungil.

Bogor, 05052021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post