Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MBAH YAH

MBAH YAH

Mbah Yah

#TantanganGurusiana hari ke-153

Orang-orang sering memanggil Mbah Yah. Nama sebenarnya Rokayah. Banyak yang tidak mengenal nama aslinya, ia lebih dikenal Mbah Yah daripada Mbah Rokayah. Sejak aku masih anak-anak, Mbah Yah sudah kelihatan tua seperti sekarang. Rambutnya sebagian sudah berubah putih. Kulit pipinya tak tampak keriput, masih terlihat kencang. Hanya kegesitannya yang mulai tampak berubah. Aku juga heran dulu dan sekarang wajah Mbah Yah tetap seperti sekarang. hampir tak ada perubahan yang tampak. Dulu ketika aku kecil, aku sering melihat dia berjalan entah berapa kali sehari. Tak dibatasi waktu bisa pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari kalau dimintai pertolongan pasti Mbah Yah akan pergi.. Sekarang Mbah Yah hanya tinggal di rumah, ibu-ibulah yang datang ke rumahnya.

Aku kecil mengenal Mbah Yah sebagai tukang urut bayi. Kata ibu, semua anaknya yang mengurut Mbah Yah. Termasuk aku katanya. Tangannya sangat lembut untuk bayi-bayi mungil. Apapun keluhan bayi kalau sudah dipegang oleh tangan lembut Mbah Yah pasti sembuh. Aku masih ingat anak bayi tetangga sebelah kanan rumahku semalaman menangis. Oang tuanya sudah mencoba mengompres, melumuri bawang campur minyak sayurdan asam jawa disekujur badannya. Ternyata panasnya tidak turun. Malah semakin tinggi. Kadang-kadang menangis menjerit-jerit. Orang tuanya panik. Semalaman orang tuanya tidak tidur menjagai anaknya. Untung Mbah Karjo yang tinggal di depan rumah dia segera menyuruh membawanya ke Mbah Yah.

Begitu datang ke rumah Mbah Yah, seperti biasanya ia ngomong, “Ono opo iki Ndo, anakmu ora opo-opo wis muliho.” Ada apa ini, anakmu tidak apa-apa, pulangah!” Belum sempat dipegang Mbah Yah, anaknya yang semalaman tak bisa tidur karena panas tubuhnya yang tinggi, menggigil. Sampai ia menangis menjerit-jerit ketika Mbah Yah ngomong begitu anaknya langsung ceria. Seakan tak pernah mengalami peristiwa seperti tadi malam. Itulah Mbah Yah yang oleh orang-orang di kampungku sangat dihormati. Mbah Yah sebagai satu-satunya rujukan orang tua, terutama kaum ibu dalam menangani anak yang mengalami kejadian tidak wajar.

Bogor, 02062021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post