Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senyuman Sakaratul Maut

Senyuman Sakaratul Maut

Senyuman Sakaratul Maut

Oleh : Akhmad Ubedi

#TantangaGurusiana hari ke 168

 

 

Sudah seminggu  Kang Karto senyum-senyum terus.  Padahal selama ini dia paling susah untuk sekadar senyum bila ketemu orang.  Sekarang malah dia pamer senyum. Seakan dia menngumbar senyum kepada siapa saja yang dia temui.  Dia tidak peduli kenal atau tidak. Bagi Kang Karto senyum  harus dia lakukan. Murfiah  sering jadi ikut senyum  mengimbangi ulah Kang Karto. Yang menjengkelkan Murfiah , Kang Karto sering senyum-senyum sendiri.  Murfiah jadi takut akan perubahan ini.

 

Kemarin malah Kang Karto di depan kaca berkali-kali mengubah gerakan senyum. Mulutnya dilebarkan dengan posisi bibir tertutup rapat. Habis itu gantian kedua ujung bibirnya ditarik ke bawa sambil matanya disipitkan. Murfiah tidak berani menegur Kang Karto. Ia hanya berharap Kang Karto tidak gila. Betapa tercoreng wajahnya seandainya Kang Karto gila. Mau ditaruh di mana wajahnya di depan keluarganya. Kang Karto yang dibangga-banggakan sebagai suami yang baik. Suami yang pengertian, sayang, dan pintar kini telah menjadi orang gila. Keluarga besarnya pasti akan mencemooh dia. Murfiah harus menghentikan perilaku aneh Kang Karto. Ia harus berani menegur Kang Karto. Dia tidak ingin kehilangan harga dirinya di depan keluarganya apalagi teman-teman sekolahnya . Murfiah merinding membayangkan di group mendsosnya membicarakan Kang Karto gila.

 

Sore itu Kang Karto sedang duduk di teras. Dia menebarkan senyum di depan kamera gadgetnya. Ia permainkan gerakan-gerakan bibirnya. Murfiah segera menegur Kang Karto. Ia minta penjelasan kenapa Kang Karto berbuat aneh seminggu ini. Kang Karto tidak tersinggung atas sikap Murfiah. Ia malah mengumbar senyumannya.  “Aku sedang latihan tersenyum  agar pada saat sakaratul maut aku tidak susah lagi tersenyum. Kata ustad orang yang sakaratul maut dan tersenyum itu tandanya dia sedang diperlihatkan surga untuknya. Jadi aku harus berlatih biar nanati aku dapat tersenyum dengan mudah.” Sekali lagi Kang Karto tersenyum. Dalam batin Murfiah mengumpat”Gundulmu!”

 

Bogor, 18062021

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post