Suara Gaib
Suara Gaib
#Tagur hari ke 160
Suara itu tiba-tiba menyuruhku belok ke kanan. Tanpa bisa menolak aku turuti kemauannya. Aku mengikuti jalur yang ditunjukannya. Tak ada pilihan lain kecuali terus mematuhi perintahnya. Aku tak mau berdebat dengan suara itu. Ia perintahkan terus, aku ikuti. Ia bilang belok kanan aku patuhi. Di depan dirusuh belok kiri aku turuti. Biarlah suara itu mengatur arahku. Aku tak peduli. Bagiku cepat sampai pada tujuanku.
Kupacu terus menyusuri lorong panjang yang mulai gelap. Tak ada seorang pun yang tampak di sepanjang lorong. Sepi. Kulihat di kanan deretan pohon turi berjajar seakan menyambut kedatanganku. Tak ada suara. Mereka diam membisu. Aku tak peduli atas sikap angkuhnya.
Aku terus menyusuri lorong panjang. Semakin gelap hanya angin senja yang mengiringi langkahku. Aku semakin takut menyusuri lorong panjang.Desir angin semakin kencang. Aku tutupi telingaku. Akuminta hentikan suara itu. Aku tak kuat mendengar suaranya. Aku berteriak. Hentikan! Aku tak sanggup meneruskan perjalananku. Cukup sampai di sini. Jangan bawa aku ke tempatmu. Aku berlari makin kencang. Napasku semakin memburu. Aku tak sanggup mengikuti suaramu. Aku tutupi telingaku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan