Berburu Rumah Sakit
Berburu Rumah Sakit
Oleh : Akhmad Ubedi
#Tagur hari ke 188
Berita melonjaknya covid bukan berita bohong. Rumah sakit tidak mampu menampung pasien covid itu benar. Pasien mengantre di UGD itu sebuah pemandangan yang nyata. Pasien menunggu sambil membawa tabung oksigen itu juga benar.
Kondisi pasien yang membludak di rumah sakit saya lihat sendiri. Malam ini terpaksa saya harus berburu rumah sakit. Saya mencari ruang rawat untuk adik yang kondisinya fisiknya menurun. Saya mendatangi Unit Gawat Darurat beberapa rumah sakit. Saya diperlihatkan banyak pasien mengantre. Mereka menunggu di dalam mobil sementara tabung oksigen berdiri kokoh di samping mobil.
Ada yang harus duduk di depan ruang UGD sambil memeluk tabung oksigen. Itu sedikit pemandangan memilukan. Terbanyak pasien menunggu mendapatkan tindakan dengan duduk bersandar di kursi tunggu. Wajah-wajah mereka terlihat sangat letih menahan rasa sakit.
Mereka terpaksa menunggu sendiri di kursi tanpa didampingi keluarganya. Rasa lesu dan lemas tampak di tubuh mereka yang menggelosor di kursi tunggu. Sementara keluarga pasien menunggu di tempat terpisah. Tak ada yang berani berdekatan meski sudh menggunakan masker ganda.
Malam ini perasaan takut dan kasihan bercampur aduk. Sebenarnya rasa takut menghantui perasaan saya. ketika harus menemui petugas kesehatan di UGD. Namun, rasa takut itu harus saya kalahkan dengan rasa kasihan kepada adik yang kondisinya memerlukan penangan dokter segera. Antara rasa takut dan kasihan membawa saya berburu rumah sakit.
Saya harus kecewa. Rumah sakit tidak ada yang mau menerima adik saya. Tidak ada ruang yang kosong. Lihatlah mereka yang masih mengantre,” kata petugas jaga. Saya tidak bisa memaksa mereka. “Pak tolong beri tindakan apa saja yang penting adik saya ditangani sekarang,” pinta saya. Petugas jaga yang menggunakan APD lengkap tetap saja tidak bersedia. “Silakan mencari rumah sakit lain Pak.”
Malam ini saya menyerah untuk berburu rumah sakit. Sementara kondisi adik saya semakin kritis. Besok saya harus berburu lagi sampai menemukan rumah sakit yang menerima adik saya. Tetap semangat Dek. Kamu masih harus bersabar. Kuatkan dirimu. Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuanmu. Terus berdoa.
Bogor, 08072021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
