Salah Kaprah Pemakaian Kata Vaksin dan Vaksinasi
Salah Kaprah Pemakaian Kata Vaksin dan Vaksinasi
#Tagur hari ke-3 Remidi
Masyarakat mulai sadar untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi. Di mana-mana teampak antusianisme masyarakat. Mereka rela mengantre dan berdesakan untuk mendapatkan vaksin. Kesadaran masyarkat dipicu oleh merebaknya covid 19. Apalagi informasi media yang sangat gencar ribuan orang meninggal oleh covid 19. Ruang rawat covid di setiap rumah sakit tidak mampu menampung pasien covid. Inilah yang memicu kesadaran masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi.
Namun, seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin, ada penggunaan kata yang tidak tepat dalam bertutur. Masyarakat masih menggunakan kedua kata ini tidak sesuai dengan maknanya. Misalnya kalimat berikut.
1. Kamu sudah vaksin?
2. Siswa yang belum vaksin tidak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka.
Kata vaksin mengandung arti bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan, digunakan untuk vaksinasi. (KKBI). Vaksin adalah produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas). (Istilah kedokteran). Jadi, maksud kalimat itu adalah kamu sudah bibit penyakit yang sudah dilemahkan belum? Nah, tepatkah?
Kalimat itu akan benar apabila kata vaksin diganti dengan vaksinasi. Kamu sudah ikut vaksinasi? Vaksinasi adalah penanaman bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia atau binatang (dengan cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. (KBBI). Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu.
Mari gunakan kata vaksin dan vaksinasi dengan benar. Penggunaaan kata yang benar akan menghasilkan makna kalimat yang benar pula.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
