Kota Mati
Kota Mati
By ubd
Selasa malam kota kecil Citeureup seakan mati. Tak ada kehidupan di sudut-sudut jalan. Pedagang gerobak yang selalu mangkal di ujung gang sepi. Tertutup rapat oleh terpal biru. Pedagang nasi goreng pete tak lagi berani membuka tendanya. Biasanya pertengahan malam sangat ramai pembeli terutama ketika buruh pabrik pulang lembur atau ship malam. Citeureup mati.
Karto terus menyusuri jalan dan gang menuju rumah. Tak seorang pun ia temui seperti malam lalu. Karto rapatkan jaket lebih ketat menempel di tubuhnya. Dingin terasa menusuk seluruh tulang badannya. Karto percepat langkah ingin cepat sampai.
Karto lewat jalan pintas. Ia lewat simpang tiga. Belok kiri dan melintasi jembatan kecil tinggal lurus. Sebelah kanan itu rumahnya. Karto berlari tak tahu berapa kecepatan per jam nya. Tiba-tiba Karto sudah berada di gerbang rumah. Ia gedor. Karto menggigil di tengah kota mati.
Citeureup
23.20
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan