Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar Koruptor dari Sekolah (2)

Belajar Koruptor dari Sekolah (2)

Belajar Koruptor dari Sekolah

 

Maraknya koruptor di negara yang beridiolpgi Pancasila membuat kita kehilangan pegangan. Kepada siapa kita akan percaya. Orang-orang yang kita anggap panutan ternyata telah merusak rasa kepercayaan masyarakat.

Banyak kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan alias OTT. Anggota dewan yang terhormat pun tidak luput dari perilaku korupsi. Mungkin masyarakat sudah jengah mendengar berita penangkapan para koruptor.  Namun, dari hari-ke hari berita penangkapan ini bukan sirna malah terus menghiasi media. Ulah koruptor telah menyakiti perasaan masyarakat 

Yang menjadi keheranan kita saat ini, pelaku koruptor sekarang sudah bergeser ke kaum milenial. Koruptor tidak lagi dilakukan oleh orang-orang yang berusia di atas lima puluh tahun, tapi mereka yang masih sangat muda.

Dari mana koruptor milenial belajar.  Jangan-jangan koruptor milenial belajar korupsi dari sekolah.  Mereka meniru cara guru dalam memberikan nilai kepada siswa. Ia pelajari cara mark up nilai. Sadar atau tidak perilaku mark up nilai telah menanamkan benih-benih korupsi bagi siswa.

Sepertinya tindakan memberikan nilai hal sederhana. Namun, ini memberikan kesan yang dalam bagi siswa bahwa segalanya mudah diperoleh. Siswa diajari mark up nilai secara halus. Asal semua senang. Baik guru maupun siswa menikmati akan perilaku ini. Siswa sangat senang dengan ini. Guru senang walaupun terpaksa menolong siswa.

Perilaku  ini disalah artikan siiswa ketika dia sudah menduduki jabatan di kantor. Dia akan mengaplikasikan cara mark up yang guru ajarkan. Yang penting semua senang. 

Sudah saatnya cara seperti ini kita hentikan agar tidak muncul koruptor-koruptor milenial di kemudian hari. Guru harus berani memberikan nilai sesuai dengan kemampuan siswa tanpa harus mendongrak agar mencapai ideal. Sejolah tidak perlu kaku dalam menerapkan nilai. Karakter dan perilaku siswa selama mengikuti pelajaran yang menjadi ukuran utama. Kalau ini dijalankan akan memutus perilaku koruptor di kalangan milenial.

 

29 Januari 2022

 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post