Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dilema PTM di Tengah Melonjaknya Kasus Omicron (6)

Dilema PTM di Tengah Melonjaknya Kasus Omicron (6)

Dilema PTM di Tengah Melonjaknya Kasus Omicron

Hampir dua tahun siswa DKI Jakarta tidak belajar tatap muka. Mereka melaksanakan pembelajaran daring terakhir 13 Maret 2020. Tentu waktu yang panjang membuat mereka rindu untuk kembali ke sekolah. Mereka ingin segera belajar seperti sebelum pandemi covid 19.

Kerinduan belajar tatap muka sebenarnya bukan hanya dirasakan siswa melainkan juga para guru. Bahkan juga sebagian besar para orang tua yang sudah kewalahan mendampingi putra-putrinya belajar daring.

Kerinduan para siswa ternyata terpenuhi dengan menurunnya kasus covid 19. Bahkan sampai pada level 2. Ini memungkinkan dibukanya sekolah dengan pembelajjaran tatap muka.

Keputusan pemda DKI Jakarta membuka PTM disambut gembira para siswa. Kerinduan selama hampir sua tahun akhirnya terpenuhi. Pemda DKI Jakarta siap melaksanakan PTM 100 perasen awal semester genap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Memasuki minggu ketiga PTM, siswa dihadapkan pada kenyataan melonjaknya varian baru yaitu varian Omicron. Tentu saja mereka mulai khawatir apabila sekolah kembali dilaksanakan secara daring.

Melonjaknya kasus covid di DKI Jakarta membuat kekhawatiran berbagai kalangan. Mereka mendesak Pemda untuk menghentikan PTM ini. Apalagi sudah ada siswa dan guru yang terpapar covid di beberappa sekolah. Tentu, desakan ini makin kuat.

Inilah dilema yang dirasakkan para siswa . Kerinduan rasanya tidak dapat dirasakan lama. Mereka belajar tatap muka dihantui dengan ditutup kembali PTM ini. Melonjaknya kasus covid 19 di DKI Jakarta tentu mempengaruhi kelanjutan PTM. Naiknya orang yang terpapar covid setiap hari tentu membuat Pemda berpikir serius dengan masalah ini . Apakah siswa terpaksa harus kembali belajar di rumah? Kita tunggu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post