Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kipas Angin

Kipas Angin

Kipas Angin

(Tagur 2)

Kepergian Kang Karto tak terasa sudah enam bulan. Waktu yang cukup lama bagi Karto meningalkan keluarga. Jangankan tetangga, Murfiah sendiri tak tahu keberadaan Kang Karto. Kabar pun sampai kini tak pernah Murfiah dengar. Kang Karto pernah kasih kabar dua minggu saat anak terkecilnya ulang tahun. Setelah itu tak sekalipun ada kabar darinya.

Kang Sambiyo pernah suatu pagi menemui Murfiah. Dia merasa ada yang aneh dengan Kang Karto. Sebagai tetangga tentu saja dia ingin tahu. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kang Karto.

"Yu, apa Kang Karto sudah kirim kabar?" tanya Kang Sambiyo saat lewat depan rumah Murfiah.

Murfiah tampak sedih mendengar pertanyaan Kang Sambiyo. Ia mengusap matanya dengan punggung tangannya. Matanya tampak berair.

"Entah, Kang. Aku tak tahu lagi di mana dia sekarang. Sudah aku cari tahu semua keluarganya. Tapi, ..." Murfiah tak bisa meneruskan kata-katanya. Ia masuk meninggalkan Kang Sambiyo.

***

Di dalam rumah udara terasa sumuk. Semua jendela rumah sudah dibuka lebar-lebar biar udara dari luar bisa mengurangi hawa sumuk yang makin menyiksa.

Murfiah kesal dengan ulah Kang Karto. Dia sudah berkali-kali minta Kang Karto membetulkan kipas angin satu-satunya yang rusak. Kang Karto selalu menjawab "Iya nanti".

"Kang, sudah berapa kali aku minta, kamu cuma bilang nanti-nanti terus".

"Aku ga mau tahu, pokoknya Kang Karto harus membetulkan kipas ini."

Kang Karto tidak mau ada keributan. Ia selalu mengalah kalau Murfiah sudah berkata dengan nada tinggi. Ia pernah mencoba membentak Murfiah, tapi akibatnya anak perempuan satu-satunya menangis sejadi-jadinya.

Sejak peristiwa itu anak perempuannya menjadi ketakutan bila didekati Kang Karto. Melihat Kang Karto, dia selalu menghindar. Kang Karto sudah seperti orang asing bagi anak perempuannya. Di mata anak perempuannya Kang Karto bagai monster yang siap menerkam.

Ia sudah kehilangan figur ayah di mata anak perempuannya. Cukup lama Kang Karto mengembalikan sosok ayah yang baik di mata anaknya. Ia tidak mau peristiwa itu terulang lagi. Sejak itu, Kang Karto selalu mengalah. Ia menerima apapun yang dikatakan Murfiah.

****

Kang Karto dekati kipas angin yang berdiri diam di sudut ruang tengah. Ia copot satu persatu baut penutup baling-baling. Kabel yang melongkar di bagian belakang baling-baling diamati dengan teliti. Tak ada yang putus. Semua masih tersambung dengan baik. Berulang kali ia hubungkan ke aliran listrik. Tapi, tetap tak menyala.

"Aku harus bawa kipas ini ke tukang reparasi. Ambilkan tali di belakang"! Pintanya.

Kang Karto cepat benahi kipas dan diikat di atas jok motor Nuvo tuanya. Ia tidak sempat menoleh ke arah Murfiah. Ia tarik handel gas melaju di bawah terik matahari.

***

Murfiah segera bangkit ketika anak perempuannya berlari-lari mendekat. Rambutnya melambai-lambai mengiringi langkah kecilnya.

“Ibu...lihat siapa yang datang,” teriaknya. Tangannya menunjuk ke arah luar. Ia berhenti sambil menoleh ke arah halaman.

“Ada apa, Nak?”

Mata Murfiah segera menyapu halaman rumahnya. Dadanya berdetak lebih cepat. Ia takut ada orang yang ingin berbuat jahat kepada anal perempuannya.

Ia rengkuh tubuh mungil anak perempuannya. Ia peluk dalam dekapannya. Matanya masih menatap celah pintu yang terbuka. Di luar ada suara langkah pelan. Tampak sosok laki-laki memakai topi. Ia berhenti di depan pintu. Ia tampak ragu meneruskan langkahnya.

“Kang Karto...!” Suara Murfiah.

Citeureup, 140122

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post