Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Swab Antigen Akhiri PTM (Tagur 1)

Swab Antigen Akhiri PTM (Tagur 1)

Swab Antigen Akhiri PTM 

 

Rabu, 26 Januari 2022 para siswa duduk dengan berdebar. Mereka menunggu giliran swab antigen. Ada yang terlihat tenang. Ada yang duduknya sebentar-sebentar bergoyang. Ada juga yang tampak meringis melihat temannya disodok-sodok hidungnya. Mungkin dia merasakan ngilu atau kegelian. Tapi itu tak penting. Wong yang nyodok dan ngorek-ngorek hidung juga biasa saja.  Petugas malah menikmati setelah menyodok dan mengorek. Buktinya ia tersenyum.

Sudahlah itu urusan yang nyodok. Saya tidak mau menceritakannya. Yang ingin saya tulis di sini hasil sodokan itu. Ini penting saya tulis. Akibat dari sodokan itu pasti ada hasilnya. Tentu bukan lecet dan berdarah-darah.

Hasilnya lebih dari itu. Kenikmatan yang sudah kami rasakan selama tiga minggu melaksanakan pembelajaran tatap muka harus diakhiri. Siapa yang tidak sedih. Coba, Anda tanyakan kepada mereka satu persatu. Sedih bukan? Tentu jawabnya, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Satu persatu siswa yang duduk tenang mendapat giliran. Siswa yang meringkis karena merasakan ngilu ketika melihat temannya tak lupat dari giliran. Dia duduk dengan kepala mendongak. Dia pasrahkan kedua lubang hidungnya. Tak ada rasa ngilu ia tunjukan. Ia tak peduli sodokan  model apapun. Ia sedikit nyengir selepas kedua lubang hidungnya terasa bolong. Tak ada upil yang menghalangi udara. Ploong.

Setelah hidung mereka diucek-ucek. Wajah mereka kembali ceria.  Mereka berlarian seperti anak panah lepas dari busurnya. Mereka bebas dari sodok-menyodok. Mereka tak memikirkan hasilnya. Efek sodokan inilah yang sama sekali tidak mereka sadari. Mereka mengumbar senyum seakan tak ada beban.

Ruangan swab sudah sepi. Tinggal deretan kursi putih. Taplak meja putih. Nakes  dan dokter yang mengenakan baju putih serta beberapa guru yang ada di ruangan swab. 

Kami menunggu hasil dengan rasa gerah. Berdoa sebisanya. Intinya mohon hasilnya negatif. Ternyata, harapan kami velum terpenuhi. Petugas kesehatan yang melakukan swab kepada siswa mengatakan ada satu siswa yang reaktif. Saat itu juga siswa ini harus PCR. Hasilnya nanati malam sudah dapat diketahui apakah terpapar covid 19 atau tidak. 

Kami segera berkordinasi dengan kepala sekolah, wakil kurikulum dan wakil kesiswaan. Wakil kurikulum diminta menyiapkan jadwal pelajaran secara daring. Ini keniscayaan yang tak dapat ditolak. Wakil kesiswaan menyiapkan surat pemberitahuan kepada orang tua. Kepala sekolah mengambil inisiatif setelah PTM akan diadakan rapat menyikapi situasi ini. 

Swab antigen  mengakhiri kegiatan tatap muka. Swab menghentikan keceriaan kami. Swab menyisakan cerita panjang.

 

Jumat, 28 Januari 2022 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post