KOBOI JALANAN (TAGUR 20)
KOBOI JALANAN (TAGUR 20)
Oleh UBD
Dua hari lalu Karto ditangkap. Ia telah melakukan kesalahan vatal. Airsoft gun miliknya mengancam driver ojol. Maasalahnya sepele. Ia merasa tersinggung dengan ulah driver ojol.
Ketika Karto melintas di Jalan Jendral Sudirman , ia dihalang-halangi motor ojol. Ia merasa sudah keluar jalur cepat. Ojol tak mau minggir. Mobil Karto selalu dipepet padahal ia akan belok ke kiri. Ia sudah sampai di depan kantornya.
Adu mulut terjadi. Karto menyuruh driver ojol menggalah, tetapi ojol tak terima ditegur keras oleh Karto. Ia mendorong ojol sampai motornya hampir jatuh. Ojol marah. Dia membalas menendang mobil Fortuner Karto.
Karto makin kalap. Ia tak mau kalah. Sekalil agi ia dorong ojol sampai motornya jatuh. Kedua kaca spionnya pecah terbentur aspal. Spakbor depan retak membentur trotoar. Ketegangan tak bisa dihindari. Keduanya sama-sama ngotot. Mereka tak ada yang mau mengalah. Keduanya merasa benar. Ketika driver ojol hendak menendang mobil Fortuner, semua yang menyaksikan peristiwa itu membisu. Tak ada yang bergerak. Di tangan Karto sebuah airairsoft gun menempel di pelipis pengendara ojol.
Tak ada yang tahu dari mana airsoft gun itu tiba-tiba sudah menempel di pelipis draiver ojol. Karto menondongkan airairsoft gun di pelipis kanan pengendara ojo. Jari telunjuknya sudah menarik pelatuk.
“Hentikan Pak. Jangan lakukan itu!” Teriak seorang pengendara motor yang dari tadi berada di belakang pengendara ojol.
“Tahan emosi Bapak. Nanti merepotkan Bapak sendiri,” lanjutnya. Seketika Karto berhenti. Ia memandang kepada orang yang berteriak tadi. Pelan-pelan ia turunkan airsoft gunnya. Ia kendorkan jari telunjuknya.
“Cepat minggir!” Bentak Karto.
“Enyah dari sini sebelum pistolku memecahkan kepalamu!”
Tubuh driver ojol gemetaran. Ia tak dapat berkata-kata di bawah ancaman airsoft gun. Ia diam kaku. Motornya diangkat oleh pengendara yang dari tadi berada di belakangnya. Ia naikkan ke atas trotoar. Tak ada suara keluar dari mulutnya. Ia masih shock atas kejadian ini.
Karto dengan arogan berkacak pinggang. Pengendara lain yang berhenti karena terhalang insiden itu terpaksa mengurangi kecepatan. Beberapa motor di belakang Fortuner berhenti. Mereka tak bisa melerai Karto dan driver ojol.
Mereka ikut shock menyaksikan pemandangan mengerikan itu. Mereka takut bila darah dan isi kepala berserakan. Untung, Karto tidak melepaskan pelatuk yang sudah ditariknya. Ia masukan kembali airsoft gun ke dalam tas kerjanya. Ia kembali memasuki Fortuner hitamnya.
Ditemani sesama driver ojol, ia menggelosor di trotoar. Ia pandangi motornya yang rusak. Ia harus merogoh kantongnya untuk mengganti dua spionnya yang pecah. Padahal, ia baru saja menarik satu penumpang. Tapi, ia tak percaya kalau dirinya masih hidup. Di pelipisnya masih terasa dingin besi airsoft gun yang menempel. Ia usap untuk menyakinkan bahwa pelipisnya benar-benar aman.
Suasana ketegangan masih terasa di jalur lambat Jalan Jendral Sudirman. Pengendara yang menyaksikan kejadian itu berangsur meninggalkannya.
Dua hari kemudian. Di stasiun televisi ramai diberitakan aksi koboi jalanan. Karto sudah mengenakan rompi oranye. Tangannya diborgol. Wajahnya pucat menghiasi layar kaca.
Bogor, 16 Februari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
