MUDIK KE AKHIRAT
Mudik ke Akhirat
Oleh A. Ubedi
Lebaran kali ini berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Ini tentu sangat kita syukuri. Dua tahun sudah kaum muslim tidak dapat merayakan idul fitri dengan meriah. Pandemi telah menghalangi kebahagaian lebaran. Namun, tahun ini kaum muslimin akan merayakan Idul Fitri dengan suka cita. Meraka sudah tidak takut lagi adanya covid 19.
Umat Islam sudah dibolehkan mudik saat lebaran. Inilah yang membuat mereka yang akan merayalan lebaran bersama sanak keluarga di kampung halaman menyambut dengan perasaan bahagia.
Mereka akan berkumpul bersama keluarga setelah dua tahun tidak dibolehkan mudik. Momen ini dimanfaatkan oleh semua orang untuk mudik.
Tentu momen ini harus dibarengi dengan persiapan yang matang agar saat mudik tidak mengalami hambatan dalam perjalanan. Bagi yang mempunyai kendaraan tentu harus menyervis kendaraannya. Ganti oli, cek ban, kaki-kaki, dan mungkin perlu ganti aki. Jangan dilupakan juga isi penuh bahan bakar. Tentu ini dilakukan agar dalam perjalanan nanti tidak mengalami gangguan. Apalah jadinya kalau di tengah perjalanan mobilnya mogok karena tidak ada persiapan. Tentu sampai di kampung halaman juga tidak akan nyaman.
Begitu pula bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, mereka pasti harus menyiapkan tiket terlebih dulu. Mereka rela antre di loket-loket penjualan tiket. Mereka harus jauh-jauh hari mencari tiket secara online agar bisa mudik tepat waktu.
Tentu bukan hanya kendaraan saja yang harus dipersiapkan. Bekal uang dan makanan ini juga perlu dipersiapkan. Apalah jadinya kalau tidak mempunyai cukup uang. Pasti tidak akan sampai ke kampung halaman.
Jangan disepelekan pula persoalan dalam perjalanan mudik. Pemudik mungkin akan menemui banyak persoalan baik kemacetan, kelelahan fisik dan mental.
Ini hanya persoalan mudik di dunia. Persoalan kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak keluarga, handai taulan, dan teman-temannya. Mereka memerlukan persiapan yang matang, tidak hanya persiapan materi, fisik tetapi secara psokologis juga sudah mereka persiapakan secara matang.
Bagaimana dengan persiapan mudik ke akhirat. Apakah saat akan bertemu dengan sang Kholik tidak menyoapakan diri sebaik mungkin. Tentu seharusnya ketika akan bertemu dengab Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan hidup jauh dari persiapan mudik bertemu dengan sanak keluarga.
Bukankah selayaknya persiapan mudik ke akhirat jauh lebih baik daripada persiapan mudik saat lebaran. Bagaimana seandainya manusia yang pasti akan mudik ke akhirat tidak menyiapkan diri. Tentu banyak masalah di sana. Bagaimana manusia bertemu dengan Allah kalau tidak membawa bekal yang cukup.
Oleh karena itu, persiapkan sebaik-baiknya untuk mudik ke akhirat. Jangan sampai mengalami masalah saat akan bertemu Allah. Jangan buat diri ini menyesal di kampung akhirat karena tidak memiliki apa-apa yang dapat dibanggakan. Jangan menjadi sengsara di kampung akhirat karena tidak menyiapkan diri sebaik mungkin.
Jadikan momen mudik lebaran sebagai pengingat mudik ke akhirat. Kalau manusia menyiapkan segala keperluan mudik ke kampung halaman dengan begitu sempurna, tentu persiapan mudik ke akhirat jauh lebih sempurna.
Citeureup, 26 April 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
