Ramadhan Mengajarkan Tiga Dimensi Hidup
Ramadhan Mengajarkan Tiga Dimensi Hidup
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Yaa ayyuhal-ladzina aamanu kutiba ‘alaikumussiyaamu kamaa kutiba ‘alal-ladzina min qablikum la‘allakum tattaquun (surat Al Baqoroh : 183)
Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa.
Ayat tersebut menyiratkan kewajiban bagi orang yang beriman untuk melaksanakan perintah puasa di bulan Ramadhan. Namun, dalam ayat itu disebutkan orang yang beriman saja yang akan mampu melaksanakan perintah ini. Mengapa orang yang beriman bukan senua manusia. Sebab, tidak semua manusia dapat melaksanakan perintah ini kecuali yang beriman.
Tentu sebagai orang yang beriman kita akan mampu melaksanakan perintah itu karena sebelum diperintahkan kepada umat Muhammad, Allah sudah memerintahkan juga kepada umat lain sebelum Nabi Muhammad SAW.
Apabila kita mengaji ayat ini tentu banyak hikmah yang bisa kita cermati. Perintah ini berkaitan erat dengan dimensi kehidupan manusia.
Ada 3 dimensi hidup yang terkandung dalam ayat ini. Pertama, dimensi spiritual. Dimensi ini secara vertikal mengarah langsung kepada hubungan makhluk dengan sang pencipta.
Sebagai seorang makhluk yang bernama manusia, ia mengakui ada keterkaitan secara imani antara perintah dari Allah SWT sebagai sang Pencipta dengan makhluk. Manusia akan tunduk dengan perintah Allah SWT.
Manusia secara sadar menjalankan perintah ini semata-mata kepatuhan kepada Allah SWT yang didasari keimanan. Sebagaimana yang difirmankan wahai orang yang beriman.
Pada bulan Ramadhan aktivitas ibadah kaum muslim meningkat baik ibadah yang wajib maupun sunah. Ibadah Qiyamul lail dikerjakan dengan penuh keimanan. Peningkatan ibadah ini menunjukan bahwa Ramadhan mampu meningkatkan spiritual kaum muslim.
Kedua, dimensi sosial. Ramadhan meningkatkan jiwa sosial kaum muslim. Dimensi ini sangat nyata dan kasat mata. Kita dapat melihat bagaimana orang-orang yang pada bulan lain tidak mudah berbagi, tetapi pada bulan Ramadhan aktivitas berbagi semakin meningkat.
Ramadhan membentuk jiwa sosial lebih tinggi daripada bulan-bulan lain. Di bulan ini jiwa sosial kaum muslim semakin tumbuh. Berbagai aktivitas sosial tampak di mana-mana.
Banyak masyarakat dengan keimanan memberikan sodaqoh dan infak serta bebagi kepada masyarakat yang tidak beruntung. Banyak masyarakat yang memberikan bantuan baik berupa kebutuhan pokok maupun santunan berupa uang. Mereka berbagi kepada kaum dhuafa.
Di masjid-masjid dan jalan banyak yang menyediakan takjil. Jiwa sosial masyarakat terbentuk oleh Ramadhan.
Ketiga dimensi moral. Ramadhan juga membentuk moral orang yang berpuasa menjadi lebih baik. Ramadhan mampu mengendalikan amarah seseorang. Orang yang berpuasa akan mampu mengendalikan emosi bahkan syahwatnya.
Orang yang berpuasa akan menjaga lisan, tangan dan perilaku hidup sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT. Kebiasaan yang sering membicarakan orang lain pada bulan Ramadhan tidak mereka lakukan lagi. Artinya lisan mereka terjaga dengan baik. Jari-jari orang yang berpuasa tidak akan menuliskan hal-hal yang tidak benar di medsos.
Orang yang berpuasa akan bertindak jujur. Mereka tidak akan melakukan tindakan yang menyalahi aturan apalagi korupsi. Mereka merasa selalu dipabtau Allah SWT sehingga tidak ada orang lain pun yang melihat tidak akan berbuat salah. Selain itu, mereka akan menjadi orang yang sabar.
Bila puasa pada bulan Ramadhan dilaksanakan dengan mengikuti tuntunan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan mengikuti perintah Allah SWT tentu manusia akan menjadi lebih baik. Moral dan perilaku akan lebih santun. Satu bulan ini kita jadikan sebagai madrasah untuk menjalani hidup dengan baik di bulan-bulan lain.
Citeureup, 28 April 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
