Gebyar HGN SMPN 257 Jakarta
Gebyar HGN SMPN 257 Jakarta
Jumat, 25 November seluruh civitas akademika SMP Negeri 257 memperingati Hari Guru Nasional. Peringatan diawali upacara pengibaran bendera. Seluruh petugas upacara para guru. Pemimpin upacara Suko Rahardjo, komandan peleton Romy Hidayat, Slamet Widodo dan Andi Russeno. Pengibar bendera trio cantik, Ratna, Ira, Nurma. Pembina upacara Ibu Riyanti Susilowati selaku kepala SMPN 257 Jakarta.
Selepas ucapan terima kasih dari para siswa dan pemberian setangkai bunga mawar kepada semua guru, acara pindah ke lapangan tengah. Di sana sudah ada panggung untuk gelar gebyar HGN SMPN 257 Jakarta.
Ketua panitia dan sie acara, Riana Nancy dan Widiarti Rahayu naik ke atas panggung. Hymne guru menggema ke seluruh sudut lapangan. Disambut suara siswa yang sudah berjajar di lantai 1, 2 dan 3. Suasana tampak haru saat lirik lagu itu seakan mengoyak jiwa siswa sebagai rasa terima kasih kepada guru.
Selesai hymne guru, lagu "I Have Dream" dinyanyikan Rosna dan Martha bersama suara siswa menghentak lapangan tengah. Belum habis kecerian siswa, Agustina melantunkan "Buih Jadi Permadani" duet dengan Asnawati. Tepuk tangan seakan mau meruntuhkan lapangan.
Kini giliran Ubedi Akhmad yang tampil membacakan puisi karyanya. Puisi yang diperuntukan kepada seluruh guru mewakili ucapan jujur para siswa. "Terima Kasih Guruku" puisi ini mampu menitikan air mata keharuan. Suasana yang tadinya ceria kini berubah haru.
Tak berselang lama, kecerian kembali tampak pada wajah Bapak dan Ibu guru serta siswa. Tim tari yang dimotori Festy, Puryanti, Martha, Viki, Sri, Rosmey melenggak-lenggok di atas karpet biru.
Dilanjutkan penampilan solo Fitri yang melantunkan "Ketika Cinta Bertasbih" suaranya begitu merdu mampu membangkitkan suasana keceriaan.
Tidak ketinggalan "Trio Centil" Ira, Nana, Nurma, menyanyikan lagu ceria yang dipopulerkan Cangcuter. Gaya kecentilannya menarik paea siswa berjoget di atas panggung.
Tidak berhenti pada penampilan guru dalam gebyar HGN ini. Para siswa ikut unjuk diri di atas panggung. Dimulai penampilan Novi dari kelas IX.C melantunkan "Pilihan Terbaik". Suaranya mampu menghangatkan panggung.
Apalagi saat penampilan dua siswa berpakaian ala pendekar turun membawa tongkat dan golok. Mereka berteriak ketakutan saat ayunan golok membabat ke tubuh lawannya. Jeritan ibu-ibu guru dan siswa perempuan saat golok dan clurit mengenai tubuh. Penampilan seni pencak silat benar-benar menimbulkan decak kagum akan kehebatan mereka.
Hadirnya kelompok marawis siswa VII.B meredupkan jiwa yang terlanjur panik. Lagu yang dibawakan Hanifah mampu melupakan kengerian melihat kilatan golok dan clurit.
Tepuk tangan membahana kembali saat penampilan Zeid dan Hisyam. Wajah ganteng mereka menarik siswa perempuan histeris. Dengan iringan piano Zeid, Hisyam melantunkan Bohemian Rhapsody dan Love of My Life.
Gebyar HGN ditutup dengan penampilan baca puisi oleh Faris dan kawan-kawan. Puisi yang menggambarkan kerinduan murid terhadap guru yang sangat bijak dalam mendidik mengantarkan akhir acara. Selamat Hari Guru Nasional untuk rekan-rekan guru, jasamu tak terbilang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
