Among Tamu
Saka melangkah menuju tempat para among tamu berdiri. Tangan kekarnya menggandeng Margaret. Saka terlihat sangat tampan dengan jas warna biru tua dan dasi senada. Ia tersenyum manis saat Rahma melirik ke arahnya.
Mardi dan zakaria yang berdiri di sebelahnya senyum-senyum sambil berdehem emh..emh. Saka cuek menanggapi tingkah sahabatnya
Suasana pesta pernikahan makin meriah dengan kedatangan para tamu undangan. Saka tak henti menyalami satu persatu tamu yang akan masuk ke ruang pesta.Senyum ceria sengaja ia pasang demi menyambut tamu undangan.
Senyum Saka makin mengembang saat seorang tamu melangkah mendekatinya. Matanya menatap wanita cantik yang tak asing baginya. Andini, bisik hatinya ketika Andini melangkah mendekatinya.
Andini teman Margaret yang dua tahun lalu mengisi hatinya. Andini tersenyum manis ketika tahu siapa among tamu dihadapannya.
"Mas Saka, apa kabar?"
Saka agak salah tingkah disapa Andini. Ia melirik Margaret yang ada di jejeran depannya. Hatinya berdegup kencang saat Andini menyalami dan melakukan cipika cipiki.
Saka seketika kaku takut Margaret sang isteri melihat apa yang baru saja dilakukan. Ia tak menyangka Andini melakukan ini.
"Dini, ga seharusnya kamu melakukan seperti ini di depan banyak orang, apalagi ada Margaret," suara Saka menahan marah.
Tanpa Saka sadari Margaret menyaksikan perbuatan Andini dengan suaminya. Hatinya langsung menghangat, perasaan cemburu dan curiga menyeruak dalam dirinya. Bayangan masa lalu Saka dan Andini kembali menghantuinya.
"Mas Saka bisa bantu aku," suara lirih Andini sambil memegang kakinya. Ia menahan air mata yang hampir menetes. Wajahnya memerah menahan rasa sakit di pergelangan kaki kanannya.
"Kenapa Din?"
"Kakiku, Mas." Setitik air mata akhirnya menetes di pipi. Ia tak kuasa menahannya.
Saka yang sejak tadi berdiri di sampingnya langsung berjongkok. Ia pegang pergelangan kaki Andini.
"Sakit, Mas." Andini menjerit saat tangan Saka memegang kakinya.
"Kamu bisa jalan?"
Andini menggelengkan kepala sambil meringis kesakitan. Saka langsung membopong keluar pesta reuni yang belum selesai. Saka menuju mobil dan mendudukkannya di jok depan.
"Kamu tenang ya, kita ke dokter." Andini diam saja saat Saka membawanya ke dokter.
Margaret yang baru datang dari toilet melihat Saka membopong Andini. Kedua tangan Andini memeluk erat leher Saka. Margaret menyaksikan kejadian itu tak percaya. Saka dan Andini melakukan itu di depan matanya. Margaret tak menyangka Andini merebut Saka darinya. Ia teman dekatku yang sering menjadi tempat curhat ketika sedang ada masalah dengan Saka.
Ia langsung menelpon Saka, tapi panggilannya tak diangkat Saka. Margaret menangis dan langsung meninggalkan acara reuni yang belum selesai.
Ya dua tahun lalu Margaret harus melepas Saka yang tergoda Andini. Dia memang lebih ceria tidak seperti dirinya yang pendiam. Walau akhirnya Saka kembali ke pelukan Margaret. Tapi, kali ini Margaret tidak bisa diam. Kejadian dua tahun lalu tak ingin ia ulangi. Ia tidak ingin merelakan Saka jatuh ke Andini lagi.
Margaret yang berdiri di depan Saka langsung menarik tangan Saka keluar dari deretan among tamu.
"Aku gak nyangka kamu tega sama aku, Saka!" ujar Margaret dengan nada tinggi. "Kamu masih sayang sama dia, kan? Makanya kamu berani cium pipi dia! Ini di depan mataku."
"Sayang, ini bukan yang kamu bayangkan.itu cuma kebetulan. Kamu gak percaya sama aku? Aku sudah gak punya rasa sama dia." Saka mencoba meyakinkan .
Margaret mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh ke pipi. Namun, gejolak hatinya tak mampu. Air mata menetes melalui sudut mata indahnya.
Ia tidak bisa menerima alasan Saka. Ia bangkit dan meninggalkan ruang among tamu. Di luar udara terasa makin panas. Sinar matahari terasa ikut membakar hatinya. .
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan