Anak Pertama
Hujan selalu membawa rindu. Benar kata pepatah, hujannya hanya satu persen. Sembilan puluh sembilannya adalah kerinduan.
"Abi..anak kita perempuan rupanya Bi" kata Entun sambil mengelus perut buncitnya. "Ya, Umi, coba Abi dengerin ya" kata Empang sambil menempelkan telinga kanannya ke perut sang istri.
Tak terasa, air mata Entun melelah sambil mengelus kepala suaminya. Buah cinta mereka bakal lahir dan sebab Shinta Entun akan menjadi seorang ibu. Empang tersentak, dalam lamunannya ketika seorang dokter memanggil dengan ucapan selamat atas lahirnya sang anak pertama, dengan Caesar, 17 tahun lalu. Empang menangis pilu di tembok kosnya, mengingat perjuangan antara hidup dan mati sang istri, sambil memandangi foto istri tercintanya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan