Berkarya Berkah, Jadikan Ladang Ibadah
Berkarya Berkah, Jadikan Ladang Ibadah
Ali Harsojo, S.Pd., M.Pd.
Beribadah, tidak saja melakukan aktivitas keagamaan yang berhubungan langsung dengan Allah SWT., Tuhan Yang Maha Pencipta. Hubungan manusia dengan Sang Khaliq (hablumminallah) menjadi kewajiban setiap hamba untuk beribadah kepadaNya. Misalnya, mendirikan salat, menunaikan puasa Ramadhan, berzikir, berinfaq dan ibadah lainnya.
Namun demikian, hubungan sesama manusia (hablumminannas), juga bisa menjadi ladang ibadah. Tentu saja selama dalam rangka menebar kebaikan dan manfaat kepada orang lain. Apalagi, pada saat bulan Ramadan tiba, maka berlomba-lombalah dalam kebaikan dan kebermanfaatan.
Jadi, apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi orang lain, jadikanlah ibadah. Sebab, jika setiap yang kita upayakan baik dan bermanfaat, maka akan menjadi ibadah dan berpahala. Nah, termasuk salah satu yang menjadi sumber pahala yang mengalir, apabila apa yang kita berikan kepada orang lain terus dimanfaatkan oleh orang tersebut dalam kebaikan.
Bagi kita, sebagai guru penulis, hal paling mudah menggenggam berkah adalah buah dari karya yang bermanfaat. Sehingga, selama karya kita dibaca dan dimanfaatkan orang lain dalam kebaikan, maka selama itu pula kita akan mendapatkan kebaikan yang sama, insyaAllah. Oleh karena itu,janganlah ragu untuk terus menebar karya yang terbaik. Sebab, dalam karya itu, nama kita akan abadi.
Namun demikian, jangan asal berkarya. Berkaryalah yang baik dan raih berkah, agar bisa dijadikan ladang pahala. Jika karya kita bermanfaat bagi orang lain, tentu saja kita akan bahagia. Karya kita menjadi inspirasi bagi orang yang membacanya.
Nah, beberapa tip penting agar karya kita bisa menjadi ibadah, sebagaimana pengalaman berkarya tulis atau buku yang pernah saya hasilkan adalah sebagai berikut.
Pertama, menulislah hal-hal yang bernuansa keagamaan. Misalnya, sebagai muslim, kita bisa menulis tentang kumpulan doa dengan sumber sahih, tip beribadah yang konsisten, hidup tanpa riba, ayo bersedekah, Ramadan Berkah dan sebagainya.
Kedua, menulislah tentang motivasi kebaikan. Misalnya, menulis tentang motivasi sukses, menjadi pemuda yang berkarakter, hebatnya menabung, dahsyatnya pertolongan Allah, dan sebagainya.
Ketiga, menulis tentang tuntunan perilaku hidup. Misalnya, parenting skill, cara mengelola hati, kunci hidup rukun dan damai, menjadi orang tua yang baik dan sebagainya.
Keempat, menulis tentang cerita berkarater. Misalnya, cerita tentang kebaikan, tolong menolong, tanggung jawab, disiplin, religiusitas, dan cerita bernilai sikap dan kepribadian lainnya.
Kelima, menulis tentang pengalaman inspiratif. Misalnya, perjalanan hidup yang bahagia, berhasil menjadi petani yang kaya, mengembangkan komitas belajar yang bermanfaat, dan sebagainya.
Keenam, menulis tentang tip atau kiat. Misalnya, kiat menjadi penulis yang hebat, tip menulis buku yang best seller, cara menulis novel yang dahsyat dan sebagainya.
Ketujuh, menuis tentang petunjuk teknis atau pedoman. Misalnya, pedoman menulis KTI, cara belajar efektif, cara menguasai dunia digital dan sebagainya.
Tentu saja, masih banyak yang perlu ditulis dan bermanfaat. Baik karya bergenre fiksi maupun non-fiksi. Hal terpenting nilai dan manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain. Termasuk dapat menjadi inspirasi bagi pembacanya.
Untuk itu, tanamkan dalam jiwa kita bahwa berkarya berkah harus dijadikan ladang ibadah. Nah, jadikan momentum Ramadan sebagai waktu terbaik untuk berkarya yang bermanfaat dan kita akan menggengam berkah. Ayo mencoba.
Tentang Penulis
Ali Harsojo, lahir pada tanggal 18 Januari 1978 di sudut kota kecil paling timur pulau Madura, Sumenep. Ia adalah alumni Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya pada tahun 2013. Saat ini, Ia mengajar di SDN Pajagalan 2 Sumenep. Aktif dalam kegiatan literasi dan tergabung dalam beberapa komunitas literasi: Mediaguru Indonesia, Gladhi Kusuma Jatim, FSG Sumenep, dan Pusaka Sumenp. Belajar menulis di surat kabar lokal, media online, majalah literasi dan beberapa buku antologi. Ia adalah Gurusiner Terbaik Pemenang 1 Tahun 2023.
Ia lolos di beberapa Lomba Antologi Media Guru Indonesia. Pemenang Lomba Antologi Mediaguru Selamat Datang Mas Nadiem tahun 2019 hingga bulan Januari 2024. Buku pertamanya adalah Samudera Inspirasi di Facebook (Pustaka MediaGuru) yang diluncurkan bersama pada acara Gebyar Literasi dan Temu Penulis Nasional tanggal 20-21 Mei 2017 di Kemdikbud Jakarta. Buku solo berikutnya adalah Bedah Literasi Kelas (Catatan Literasi Pak Guru) dan beberapa buku lainnya
E-mail: **(censored)** HP. **(censored)**
Web: alee.gurusiana.id, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
