Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Entah Mau Menulis Apa

Katanya, malam nisfu.sya'ban segera hadir. Maka, saling memaafkan menuju separuh bulan menyongsong Ramadan. Ya, Ramadan sudah dekat. Pintu ibadah terbuka lebar. Memohon ampun, berdoa dan ibadah lainnya.

Tapi, bukan itu yang mau ditulis atau dibahas. Cerita tentang latihan drumband anak-anak di sekolah, menarik. Ada yang sudah mahir. Ada juga yang masih belajar. Musiknya, khas. Bersemangat. Tapi, juga bukan itu yang mau ditulis.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun, ada tetangga meninggal. Tanpa sebab sakit. Tiba-tiba runbuh dan tak sadarkan diri lalu, berangkat menuju Allah. Namun, juga belum sreg untuk dibahas.

Ada yang menyampaikan penuh dengan keseriusan. Tentang bunga tidur. Ia bermimpi melihat binatang yang disembelih. Menyeramkan. Menakutkan. Saya bilang, tidak boleh mengartikan mimpi itu jelek. Mimpi itu bisa datang dari Allah berupa Ilham, bisa dari syetan atau bisa juga karena angan-angan. Sepertinya, juga gak mau bahas itu, sih.

Entah mau menulis apa, masih dalam ambigu. Kebingungan karena stuck idea. Mampet ide. Jika pernah menulis Pentigraf, itu sebab menerjemahkan karakter sosial yang bisa saja terjadi dalam kehidupan manusia. Sekali lagi, rumit jika ditulis menjadi kolom.

Unik, memang. Serba tak cocok mau ditulis. Tidak fokus, mungkin. Apa mungkin dicoba, bahwa harus berderai dahulu baru ditulis. Atau ada peristiwa hidup yang menyakitkan, atau keindahan takdir yang menyapa kita, baru ditulis?

Misalnya, ketika bahagia dalam hidup sebab ada resonansi yang positif. Atau mungkin ada sebilah renjana sepasang merpati yang rekah. Bisa jadi, tentang rasa yang tertimbun rindu berbulan-bulan lalu harus berakhir di malam kemuliaan nisfu sya'ban?

Mungkin juga misalnya tentang komitmen dalam kebaikan saling menjaga, mendoakan, dan cinta sayang dalam doa. Sehingga utuh sebagai manifestasi ketulusan jiwa dan hati. Meski, ada jeda untuk kembali khittah, sehingga hanya kepada Tuhan, Allah SWT berpasrah atas segala takdir terbaik.

Masih bingung untuk diterjemahkan menjadi tulisan yang apik. Sehingga, malam ini diputuskan tidak menulis dahulu. Biarkan mata tidak ngantuk dulu. Biarkan hati tenang dan fokus dulu. Biarkan jiwa menjadi tenang dan bahagia dulu. Atau biarkan dulu luka-luka terbasuh oleh air hujan yang deras?

Entahlah, intinya belum bisa ditulis. Semoga nanti kembali normal menulis lagi. Rancak Bana...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post