Renjana Menjulang
Senja yang tak terlupakan
Ketika gerimis mengerumuni rerumput
Hati mulai larut
Dalam tangis yang tak pernah surut
Kupandangi setiap sudut rindu
Pada bilas air mata yang sendu
Senja yang teruji
Terucap bingkai janji
Pada renjana nan abadi
Impian yang bertahta suci
Kupasrahkan pada Sang Pemilik Hati
Tahukah engkau tentang renjana yang terbilang?
Atau rasa yang kian tak terbilang?
Atau rindu yang sentiasa membandang?
Atau derai air mata yang terlinang?
Atau lukisan wajahmu yang tak pernah hilang?
Aku bertanya, pada hati yang tersembunyi
Aku berucap, pada jantung yang tak terhenti
Aku berkata, pada jiwa yang suci
Cin, diksi yang kelu, pada malam pilu
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan