Sesibuk Apapun, Instirahatlah
Dalam sebuah cerpen yang memaparkan tentang seorang guru sibuk, perlu kita refleksikan. Meskipun hanyalah sebuah cerita, bisa jadi hal itu berangkat dari pengalaman nyata.
Salah satu cerita monolog dari tokoh yang sibuk, ditunjukkan sebagai berikut, kurang lebihnya.
"Sebelum subuh, Umi sudah bangun. Setelah shalat subuh main air djulu. Maksudnya, memutar mesin cuci. Ini memakan waktu yang cukup lama juga. Setelah itu, lanjut ke pasar berburu ikan (efek karena my Abi pengen. Dan nunjukin ikan kesukaannya. Jadinya, Umi juga pengen. Dan kebetulan, ternyata dapat juga ikan favorit Abi. Duh, sungguh menyenangkan. Lalu, sebanyak dua pulang dari sekolah. Padahal jaraknya, cukup jauh. Mengapa pulang? Sebab, yang pertama ambilin cucian. Ke sekolah lagi, untuk absen pulang. Tidak itu saja, lalu Umi ambilin cucian kering lagi. Tidak bisa dihindarkan, memasak adalah kewajiban. Jadi, lanjut masak. Untuk menghasilkan masakan ikan terbaik, Umi mengambil daun muda (daun pucuk, daun paling muda) untuk membungkus ikan kesukaan my Abi. Mengapa pakai daun muda? Tujuannya agar tisak pecah. Kalau pecah, kuahnya tumoah. Eman kuahnya. Setelah itu, barulah urusan dinas lainnya, termasuk mengurus organisasi, PKK, Arisan dan lainnya Sampai rumah menjelang malam. Barulah memasak lagi. Lanjut ikut Webinar dan rapat komunitas. Lelah!"
Nah, dalam kalimat tersebut, si tokoh memang seakan berbicara sendiri. Namun, sesungguhnya ia menunjukkan ketekunannya dan kekuatannya kepada sang suami. Betapa meski sibuk, ia tetap ada dan sigap untuk tanggung jawab keluarga dan dinasnya.
Namun, perlu diperhatikan. Jika ditelisik, latar tempat dan waktu memang selalu berpindah tempat untuk waktu berbeda. Artinya, memang mobile. Oleh karena itu, sepintas irrasional. Jika, inspirasinya dari kehidupan nyata, maka sang tokoh sungguh hebat
Mungkin ada kritikan juga untuk cerita ini jika belum terbit, maka sesibuk apapun, perlu juga ada jeda untuk istirahat. Akan tetapi, mungkin di sinilah letak konfliknya. Kesibukan yang mendera dari pagi hingga malam. Bagaimana menurut analisis pemirsa?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan