Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Datang dan Pergi

Pernahkah mendengarkan lagu Datang dan Pergi? Saya juga pernah. Tapi lupa. Intinya, Datang dan Pergi bagaikan mata uang. Selalu ada dan terjadi.

Misalnya ketika kita berangkat kerja, nanti juga pulang. Kalau kita menjabat suatu jabatan, suatu ketika akan selesai juga, pada masanya.

Artinya, itulah takdir. Takdir selalu indah. Hadir dengan syukur, dan meningkatkan kesungguhan untuk terus berbagi kebaikan. Jangan sampai kita diberi kesempatan lebih, mala tidak mau berbagi. Eman, sebab berbagi juga akan menjadi kenangan.

Jika kita sedang mengikuti kegiatan, seperti bimtek dan lainnya, sama. Kita akan datang ke acara itu, lalu pergi pulang setelah selesai. Makasih, manfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam mencari ilmu.

Nah, tapi beda juga dalam hal lain. Meski kalimatnya sama, datang dan pergi. Datang terburu-buru, lalu pergi tanpa pesan. Atau ketika kita sedang romantis, tiba-tiba si doi datang. Hanya memandang, tanpa kata. Lalu pergi, tanpa senyuman.

Tentu saja, konteksnya beda. Antara mencari ilmu, bekerja dan perasaan. Bisa baper betul, jika begitu.

Tapi, itulah takdir. Unik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post