Selangit Impian
Dalam duduk, kuberhening
Memejam kelopak, memadu jiwa
Kutercenung pada impian
Tuk segera menjadi kenyataan
Seserpih kekuatan sentiasa dimohonkan
Pada padu Renjana nan bahagia
Mendecak degup jantung
Terus bertautan
Antara rindu Merenjana ataukah cecinta yang ranum
Meski reranting kerontang
Rasa terus terkembang
Walau lautan surut kala senja
Romanmu menguh dan jiwa
Kutengadah saat malam bungkam
Selangit Impian berurai derai
Ruang jiwa terus bergemuruh
Memecah kesunyian
Meski hujan memandang
Selangit Impian selalu dicitakan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
