Bagaimana Abai?
Bagaimana Abai?
Malam semakin larut
Jiwa pun sengkarut
Membuana menujumu entah di mana
Yang sentiasa hadir di pelupuk mata
Bagaimana bisa abai?
Sementara rindu tak bisa diurai
Atau hati selalu terbuai
Oleh pandangmu yang teduh
Bicaramu buatku luluh
Memang, malam semakin beranjak
Bayangmu temaniku bersajak
Atau degung jantungku memuncak
Pada setiap jeda waktu yang memutar
Buat hatiku bergetar
Bagaimana aku mengabai?
Sementara jiwamu mematri
Pada sejengkal waktu
Kau selalu mengisi senduku
Atau memaku rinduku beku
Bagaimana Abai?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
