Derai Senja yang Tersisa
Derai Senja yang Tersisa
Senja yang tak biasa
Matahari redup oleh manja awan-awan tebal
Angin tak bertiup mengurai duka
Mega merah pun enggan melukis ufuk yang lara
Kaki langit tersendu
Pada rindu yang membeku
Tak biasanya kulekas beranjak
Rampungkan kertaskertas tugas
Segerakan sejuta perintah
Tunaikan segenggam cinta
Pada pengabdian yang abadi
Sedetik kataku terhenti
Sekejab ucapku kelu
Tak kuasa lagi berkata-kata
Pada bingkai renjana
Pada diksimu yang rana
Kubergegas mencari jalan pulang
Entah kemana kukejar bintang
Atau kuberlari menggapai angan
Kutelusur jalan-jalan senja
Yang mulai merabun menuju malam
Kutak mengerti lagi
Tentang mesin-mesin teknologi yang berlalu lalang
Atau deru bising yang bertautan
Atau jarak yang kutempuh
Atau rindu yang kian terbentang
Hanya ada derai terlinang
Hanya ada senja berkabung
Hanya ada kisah terkenang
Kutersadar pada lara
Di ujung mayapada yang tereja
Aku kembali dengan hampa
Kutelusuri arah matahari terbit
Berharap ada keajaiban
Dengan derai senja yang tersisa
Dengan air mata renjana yang terana
Dengan ronta jiwa yang bahana
Atau denting jantung yang menelaga
Aku tetap pulang
Pada bilik yang lusuh
Pada sore yang beranjak pergi
Dengan derai senja yang tersisa
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
