Rindu Tak Terbilang
Rindu Tak Terbilang
Ketika pagi mulai benderang
Dedaunan tampak berguguran
Tanah-tanah tandus terlihat mengering
Reranting kering kerontang
Rindu ini sentiasa menyubur
Tumbuh menjulang ke langit
Menuju impian
Lalu, kutulis namamu perlahan
Pada serpihan dahan-dahan
Sebelum akhirnya berembus
Bersama sapuan angin-angin
Beterbangan ke udara
Mencari takdir bahana
Rindu ini makin terjulang meninggi
Menuju harapan
Senja yang sedang menunggu malam
Mentari terbenam bersapa rembulan
Menyonar seumpama romammu
Menjadi purnama yang merenjana
Siluet wajahmu terbingkai indah
Di antara pendar cahaya bulan
Dan gemerlap bintang-bintang
Rindu ini sentiasa membandang
Menuju janji terulang
Kuendapkan sekata ucapmu
Kuterdiam dalam sembilu
Memandangi korneamu nan berkaca
Atau raut romanmu nan berseri
Kuterbisu pada gelap temaram
Kucemburu pada masa malam
Yang selalu membersamaimu
Kemana langkahkan kaki
Berpijak bersama asa
Rindu tak terbilang
Terlalu besar tak terbendung
Terlalu menggunung tak terhitung
Rindu pada Mu, sepenuh waktu
Bersama RidaMu, kutengadahkan Mohon
Dengan kuasaMu, kulangitkan doa
Rinduku tak terbilang
Biarlah bersama bayang
Biarkan senantiasa teradang
Pada semesta yang terbentang
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
