Senja Renjana
Senja yang bahana
Matahari tak lagi menegak
Ia meruncing di kaki senja
Menuju malam yang ranum
Mega merah mengarak awan
Seolah tak mau terpisah
Sementara angin berembus sepoi
Mengantar senja ke peraduannya
Aku masih terduduk lesu
Pada bingkai rindu yang terbeku
Sebab, malam kan datang
Cemburu semakin terbayang
Senja yang berbalut renjana
Kubisikkan tentang menua
Kau ucapkan lirih tentang cita
Tentang harapan menerang
Tentang impian nan membentang
Senja nan terenjana
Jiwa dan hati terpatri
Padu dalam senjana
Terisak dalam bahagia
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan