Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sentiasa Air Menenang

Musim kemarau menyisakan terik

Mentari kian menyampu mayapada

Dedaun mengering, ranting kerontang

Sungai-sungai sirna sebab retak tanah

Malam tak lagi sejuk

Namun, jiwa seumpama telaga yang tenang

Tak ada riak gelombang yang menggulung

Sabar dalam penantian

Saat musim hujan membanjir

Sungai meluap menggerus sisa sampah

Atau lautan bak tsunami menguncang

Dengan gulungan ombak memecah karang

Atau malam mulai gigil

Namun, hati tetaplah tersabar

Sentiasa air menenang

Seolah tiada yang terjadi

Sabar dalam lembah kerinduan

Tabah dalam jurang kecemburuan

Bukankah Tuhan menjejeri takdir

Pada setiap kehidupan kita?

Di sanalah luasnya hati menyamudra

Tenangnya jiwa mendekap sahaja

Sentiasa air menenang

Diam dalam sunyi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post