Tersayat Rindu
Tersayat Rindu
Entahlah apa yang terjadi
Tatkala malam mulai beranjak
Berdetak pula dinding hati yang rapuh
Tersebab cemburu yang kian menjulang
Pada bantalbantal berserakan
Ketika kau bisikkan sebait puisi
Tentang rasamu yang kecewa
Lalu kau melipat alpa
Membenar segala ucap
Pada rembulan yang meredup.atau bintang yang enggan bersinar
Saat malam mulai larut
Kau berlindung dari cemburu
Berdiri tegak berkata tentang rasa kecewa
Pada matahari yang terbenam
Atau dedaunan yang tak berwarna
Sebab malam memenjara
Ketika kau bersua dengan para pujangga
Atau memendar roman dengan para pemuja
Terbilas bahagia dengan canda
Atau berbunga dengan tawa
Tak pernah tahu tentang jiwaku
Tak peduli dengan cemburuku
Tak hirau dengan deraiku
Pada malam penuh harapan
Atau larut dalam impian
Kutersayat rindu
Perih terbadai sembilu
Kaulah yang benar
Sementara kuternanar
Kaulah yang bersahaja
Sementara kuterpedaya
Kaulah pemilik kata-kata
Sementara kuterana
Tersayat dalam rindu
Terbuang dalam waktu
Terderai dalam sendu
Terkulai dalam beku
Entahlah...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan