Angin Malam
Angin Malam
Malam yang semakin larut
Jiwaku semakin sengkarut
Bertumpuk tentangmu
Yang terurai dengan derai
Malam menyepi, sunyi
Tak ada lagi deru mesin-mesin teknologi
Sirna gemintang yang gemerlap
Ditelan mendung yang menggumpal
Seakan hujan segera datang
Sementara aku merebahkan rindu
Pada bantal-bantal yang empuk
Sebagai tempat derai di lereng pipiku...
Kutulis namamu dalam angan..
Kueja namamu dalam bayang.
Kutelisik wajahmu dalam diam...
Tidak batas tentang jiwa terenjana..
Tiada hitungan tentang rindu yang menyamudra
Kutersenyum pada bilah rindu yang terekah
Angin malam berembus dingin
Mengantarkan cita menuju impian
Mengurai jeritan hati dalam mimpi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan