Cara yang Hebat
Cara yang Hebat
Suatu hari, aku menggoreng telur. Sebenarnya tak hanya telur. Tapi juga sisa ikan yang kemarin. Digoreng. Awalnya, menggoreng telur itu cukup mudah. Cara cepatnya adalah ambil telur, pecahkan, lalu goreng. Tambahan bumbu sesuai selera.
Namun, saat menggoreng ikan, "malapetaka" mulai terjadi. Lenganku Bermandi percikan minyak goreng panas. Rasanya? Clekit-clekit. Perih dikit-dikit. Tapi, masih bisa kutahan. Pengalaman yang indah. Nah, caraku agar tak memercik lagi, aku ambil tutup dandang. Letakkan di atas wajan sebagai penutup. Aman. Akan tetapi, akibatnya ikan menjadi gosong. Sebab, tak keliatan.
Suatu senja, aku juga terpaku pada mimpi indahku. Bersanding dengan bidadari dari Syurga. Seperti cerita dalam novel atau roman. Hingga tak terasa, benar-benar tertidur pulas.
Mimpiku merajai perasaanku, sekaligus logikaku. Aku baru tahu dari pelajaran mimpi kala itu. Bahwa logika itu kadang ada benarnya. Namun, tak berarti jika sudah baper. Bawa perasaan. Sungguh menakjubkan. Entah teori yang mana aku baca. Lupa.
Aku terbangun, mencarimu. Engkau tidak ada. Aku benar-benar bermimpi. Jelas sekali. Aku tersadar ketika matahari sudah mulai tenggelam. Bidadari yang kudamba menuju tidur dan hadir, ternyata menyirna. Hari itu seperti hari berkabung. Tiada sesuatu yang bisa dikatakan. Bisu seribu diksi.
Aku membaca alam. Tentang matahari pada rel khatulistiwa. Tentang pelangi mengalungi awan. Tentang kebiasaan embun di pagi hari. Tentang malam Jumat yang mulai keramat. Memang, salah satu cara "membinasakan" cita dengan cara yang hebat. Cara yang engkau ketahui. Sebaliknya, untuk menyuburkan renjana, juga dengan cara yang dahsyat. Engkau yang memahaminya.
Dalam sebuah novel romansa, fluktuatif rasa pada klimaks cerita, selalu ada. Selalu ada tesis dan antitesis yang mengemuka. Bukankah memang harus mengalah salah satu pada satu yang lain? Agar utuh sejiwa. Debat kusir bukan solusi. Menang sendiri bukan cara dengan hati.
Aku mungkin tahu tentang mantra doa yang kuucapkan. Tuhan juga Maha Tahu tentang kehidupan semut hitam, di atas batu hitam, dalam gua gelap gulita dan pada malam hari yang hitam mencekam. Praktis tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Tapi, itulah cara Tuhan memberi kehidupan kepada semut hitam itu. Istimewa.
Untuk memenangkan Ego, memang membutuhkan cara yang hebat. Aku tidak paham caranya. Biarlah aku nikmati saja mimpi-mimpi senja itu hingga malam, lalu pagi. Cara yang hebat lahir dari pribadi yang hebat, tangguh dan teguh. Ambiguitas ini terus memanjangkan cerita, memajang karakter diri. Horas!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
