Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senja Tak Biasa

Senja Tak Biasa

Senja Tak Biasa

Tiba-tiba mendung menyapu alun-alun kota

Tiupan angin kencang menggoncang

Jiwa yang terbungkam

Sebab halilintar memekik telinga

Kumemandangi mentari yang menyelinap di antara mendung ufuk

Sementara aku di bawah gumpalan awan legam

Hujan, pikirku

Tak biasa, menakjubkan

Senja itu pelangi kembali mengalungi awan

Kusedia payung jingga pemberianmu

Sekadar berjaga akan kuyup

Mendebarkan

Kilatan petir membelah langit

Aku masih di ujung jalan

Menutup telinga membilasi air mata

Aku berjalan dengan segunung rindu

Ternyata, mendung tak hujan

Namun, gerimis deraikan tak tertahankan

Selangit rindu tak berkesudahan

Sesamudra renjana tak kuasa kusembunyikan

Senja tak biasa

Mendung tak segera hujan

Kuberpikir di bawah pohon rindang

Sembari menikmati mentari yang mulai tenggelam

Akankah malam ini hujan?

Ataukah derai tangis yang kian meradang?

Ataukah apa yang kan terjadi

Jika gigil malam datang?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post