Teduh, Istimewa
Teduh, Istimewa
Tak terbilang lagi berapa masa senja
Yang meluruhkan jiwaku
Melebur derai bersama hujanhujan rindu
Tak bisa dihitung lagi berapa putaran waktu
Yang menenun mimpiku
Berpadu bersama malam temaram
Entah sebab rindu yang terjulang
Atau renjana kan sentiasa terjelang
Kutemukan serpihan diksi-diksi baru
Yang kadang memilukan
Entah sebab senja yang teradang
Atau malam yang selalu menghilang
Kupunguti kata-kata baru
Yang kadang menyakitkan
Yang kutahu, kau istimewa
Teduh dalam selangit cita
Tangguh seluas samudra
Teguh pada janji mematri bahana
Biarlah kudihempas pada dasar samudra
Asal kau merajut bahagia
Tak apa jazad ini merenta
Asal hatimu terbunga
Kusentiasa pada dedoa
Tentang padu Renjana
Kau teduh, istimewa
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
