Ibadah Haji itu Panggilan Allah
Mungkin kita bisa menatap senja hari. Kita juga bisa merencanakan kegiatan esok hari. Bahkan, kita bisa mewujudkan mimpin menjadi nyata. Tapi, jangan lupa bahwa semuanya itu adalah berkat dan sebab kuasa Allah.
Manusia, setitikpun tidak ada kuasa tentang takdir. Sedetikpun tiada kemampuan memajukan atau memundurkan masa. Tidak akan kekuatan untuk menghalangi takdirNya.
Saya pernah membaca berita online, tentang orang-orang sabar penuh ketekunan merajut mimpi untuk naik haji. Berpuluh tahun menabung. Mengumpulkan rupiah sedikit demi sedikit.
Mimpi mereka, naik haji. Menunaikan ibadah haji. Bekerja dan menabung menjadi rutinitas kesehariannya. Ada sebagai pedagang, tukang kebersihan, penjual gorengan, buruh tani, dan pekerjjaan lainnya.
Sekali lagi, jangan lupa bahwa takdir mereka ke tanah suci yang digapai juga sebab kuasa Allah. Bukan karena ada uangnya, Mudah urusannya. Ke tanah suci itu undangan dan panggilan Allah.
Bahkan, Allah memanggil orang-orang yang dikehendakiNya. Meskipun melalui pemerintah Arab Saudi yang mengundang beberapa orang untuk naik haji. Kehendak Allah.
Janganlah berpikir bahwa dengan uang melimpah menjadi mudah ke Mekah. Kabarnya, visa haji Furadha, gagal terbit. Siapakah yang berperan? Allah saja. Jelaslah bahwa banyak uang bukan jaminan bisa ibadah haji, setidaknya yang terjadi tahun ini.
Jadi, yakinlah bahwa beribadah Haji itu Panggilan dan undangan Allah. Perbanyak doa. InsyaAllah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
