Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Luka di Sudut Jalan Kecamuk

Luka di Sudut Jalan Kecamuk

Di simpang kota, suara menggema, jerit rakyat berbaur dengan debu jalanan. Tangan-tangan terangkat tinggi, membawa poster penuh harapan, membawa luka yang sudah terlalu lama dipendam.

Bendera berkibar di tengah asap hitam, sementara mata-mata haus keadilan menatap tajam ke arah gedung megah yang berdiri angkuh, seakan tuli pada jeritan rakyatnya.

“Perut kami lapar!” seru seorang ibu, “Sekolah anak kami mahal!” teriak ayah yang tangannya kapalan. Di belakang mereka, pemuda-pemuda berdiri tegak, meneriakkan nama negeri dengan suara serak yang penuh luka.

Namun, barisan tameng menghadang, besi beradu dengan suara nurani. Di balik helm dan seragam, ada wajah-wajah sebaya, yang sesungguhnya juga ingin harga beras tak naik, upah tak diperas, dan hidup tak terus dipaksa menunduk.

Oh, Indonesia... tanah yang katanya merdeka, mengapa jalan-jalan selalu penuh darah dan air mata saat rakyat menuntut haknya?

Di tengah asap dan keringat, masih ada harapan yang menyala— bahwa dari teriakan ini, dari langkah kaki yang tak mau mundur, lahirlah janji baru: keadilan bukan milik segelintir, kesejahteraan bukan sekadar mimpi, melainkan nafas bagi seluruh anak negeri.

Dihasilkan oleh AI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post