Ali Harsojo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Teriakan dari Jalanan Negeri

Teriakan dari Jalanan Negeri

Di jalan-jalan penuh debu, suara rakyat pecah laksana ombak mengguncang karang. Bukan nyanyian kemenangan, melainkan jerit lapar, ratap perut kosong, dan tuntutan yang tak kunjung didengar.

Poster-poster terangkat ke langit, bertuliskan mimpi tentang keadilan, tentang kesejahteraan yang lama hilang. Langkah kaki seribu menumbuk aspal panas, mengepung dinding kekuasaan yang berdiri tinggi— namun rapuh oleh kebisuan hati.

“Di mana janji kalian?” teriak seorang anak muda, mata menyala, dada bergemuruh. “Berikan kami hidup yang layak!” sambung suara massa, menggema di langit abu-abu, disambut asap dan sirine panjang.

Di seberang, barisan tameng baja berdiri, dingin, kaku, tanpa senyum. Namun di balik helm itu, ada wajah-wajah anak bangsa yang sama-sama ingin sepotong roti, harga sembako murah, dan masa depan tanpa resah.

Oh, negeri yang kucinta— mengapa suara rakyatmu harus pecah di jalanan penuh asap dan keringat? Mengapa keadilan harus dibayar dengan darah dan air mata?

Dari teriakan ini, dari langkah kaki yang tak gentar, lahirlah harapan yang tak bisa dipadamkan: bahwa keadilan adalah hak, dan kesejahteraan adalah janji, yang tak boleh terus digadai atas nama kekuasaan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post