Doa di Balik Reruntuhan Bangunan Pesantren
Doa di Balik Reruntuhan Bangunan Pesantren
Di bawah langit yang muram, dinding-dinding ilmu runtuh bersama debu, namun ayat-ayat suci masih bergaung dari bibir kecil para santri yang tubuhnya terperangkap luka, tetapi jiwanya tetap merapal doa.
Pondok yang harum oleh zikir kini berlumur tangis dan sunyi, lantunan shalawat yang biasa menggema berganti suara lirih memanggil nama sahabat yang tak sempat kembali ke pelukan malam.
Wahai santri, bunga iman yang gugur, engkau tidak hanyut dalam puing, sebab cahaya kesabaranmu menjadi lentera yang tak padam bahkan ketika dunia retak.
Tanah ini bersaksi bahwa air mata guru dan doa orang tua akan menjelma langit baru, mengangkat ruhmu pada taman yang dijanjikan penuh teduh.
Di reruntuhan bangunan pesantren ini kami belajar arti tegar, belajar bahwa syahid tak selalu di medan perang, kadang ia bersemayam pada kitab-kitab suci yang terbalut debu dan pada santri yang wafat dalam sujud waktu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
