Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

BIDEK DAPAT TEMAN

Oleh. Alina Said

Kemaren Bidek dapat teman baru, seekor kucing yang sama dengannya. Ia datang ke rumah lewat pintu depan.

" Ngiaung... " Suara kucing itu sangat nyaring hingga membuat Bidek jadi meloncat dari pembaringannya yakni dari kursi sofa bekas. Kucing tersebut bulunya berwarna kuning dan putih, memiliki giring-giring di leher. Rani sebagai tuan rumah jadi terkejut melihat kucing imut tiba-tiba saja nyasar masuk, yang hentah dari mana datangnya. Badannya kucing itu lebih kecil dari Bidek. Lincah dan suka bergelut. Sepertinya kucing tersebut sangat cerdik dan lincah.

***

Saking lincahnya baru saja masuk langsung menyambar tubuh Bidek, yang kebetulan juga menghampiri. Bidek mengelak dari sambaran cakar Kucing pemberani itu. Karena tidak ingin Bidek terluka sontak saja Rani mengendong Bidek. E, e.. tahu - tahunya ternyata kucing itu ingin dekat dan mengajak bergelut.

" Hei... Pushh... rumahmu di mana, ayo keluar! Teriak Rani sembari mendorong - dorong kucing itu dengan kakinya ke luar. Namun kucing tersebut bukannya keluar, malahan mencakar - cakar kaki Rani sambil berguling - guling di lantai kemudian diam dan mengejar Rani kembali. Rani jadi gemes juga. Rani ulang lagi untuk mengusirnya. Tetapi malahan sebaliknya, kucing tersebut menarik-narik rok Rani dan melompat- lompat hingga pinggang Rani. Sepertinya ingin mengganggu Bidek yang sedang digendong namun tidak didapati oleh kucing itu. Karena capek, Rani pun membiarkannya.

***

Selanjutnya Rani menuju ke kamar. Tetapi malahan kucing tersebut mengikutinya dari belakang dan bahkan duluan berjalan di depan kaki Rani. Kucing itu menghalang-halangi kaki Rani. Mukanya diendus-enduskan ke kaki Rani. Rani kegelian dan lari secepat-cepatnya ke kamar serta menutup pintu.

***

Di kamar Rani tertegun sendiri memikirkan ulah kucing nyasar tersebut. Kecil, imut, bersih dan cerdik tapi sayang suka bergelut alias lincah. Uniknya lagi Kucing tersebut pintar sekali melompat - lompat bagaikan orang menari balet. Akibatnya Rani jadi terhibur juga olehnya. Setelah beberapa hari di rumah. Rumah yang semula terasa sepi menjadi ramai dan indah bernuansa. Rani berkesimpulan kedua kucing tersebut musti diperhatikan agar tidak membeda-bedakan kasih sayang sesama makhluk. Akhirnya Rani tidak jadi mengusir kucing itu.

---------------------------------------------

Menulis tantangan hari ke/20

Gurusianer menulis hari /210

MGI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post