Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

CINTA TERHALANG SAMUDERA ( 2 )

Oleh. Alina Said, S.Pd.

Satu jam menjelang pulang. Arumni menghampiri bosnya.

" Pak, ini laporan yang diedit sudah selesai, " Ungkap Arumni menyodorkan hasil laporan yang telah direvisi. Pak Surya menjawab dengan santai.

" Sudah siap ya, Arumni, " Jawab Pak Surya. Lalu mengambil berkas laporan tersebut dari tangan Arumni.

" Sudah Pak, silakan dibaca Pak! " Tukas Arumni.

"Baik, Arumni silakan kembali ke tempat duduknya!" Ungkap Pak Surya. Sementara itu karyawan yang lain asyik berbisik-bisik. Arumni cuma manatap saja.

***

Beberapa menit kemudian. Pak Surya memanggil Arumni lagi. Arumni kembali ke meja Pak Surya.

" Sudah bagus Arumni, sekarang laporan ini serahkan pada Pak Gusdi, untuk diperbanyak! " Perintah Pak Surya.

" Oke, Pak, " Arumni kembali ke meja kerjanya. Ketika melewati karyawan lain. Arumni sempat mendengar bisikan-bisikan yang tak berguna. Arumni hanya memandang no problem saja. Sebab di mana - mana pasti ada orang yang suka usil dengan aktivitas orang lain. Bukan peduli dengan kreatifitasnya sendiri. Suka gosip dan iri hati. Itu adalah fenomena sosial dalam kehidupan budaya seseorang. Sebagai seorang wanita yang punya Argumen sendiri. Arumni tak mau usil. Arumni hanya fokus dengan tugasnya. Arumni tak mau membahas masalah sikap orang lain karena bukan urusan Arumni.

***

Sore berlalu memupuk rindu pada senja. Arumni terlihat keluar dari kantornya dengan tergopoh-gopoh menenteng tas. Tangannya yang lemah- gemulai seperti merongos sesuatu ke dalam tas. Ternyata yang dicari adalah kunci motor. Arumni pun bergegas melangkah meninggalkan ruang kantor. Arumni tidak melihat lagi di sekeliling karyawan lain. Keadaannya sudah sepi. Yang terlihat hanya satpam. Pekerjaannya di kantor menelan waktu hingga sore dan mayapada telah terlukis berwarna jingga serta melewati waktu kala senja.

***

Kemudian Arumni segera menuju tempat parkiran. Mengeluarkan motornya dan pulang meninggalkan kantor. Sesampainya di kosan. Karena kelelahan, Arumni membantingkan badan di pembaringan. Sedikit kelelahan itu berkurang. Hingga suara azan maqrib menjelang, Arumni baru bangkit dari pembaringan.

(.Bersambung )

----------------------------------------------------

Menulis tantangan hari /31

Gurusianer menulis hari /221

MGI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post