MENGAPA SISWA PEREMPUAN LEBIH CERDAS DAN RAJIN DARIPADA SISWA LAKI-LAKI
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Sering guru kecewa di sekolah di mana ketika dimintai tugas hanya siswa yang perempuan yang banyak mengumpulkan tugas. Mayoritas dari keluhan oleh para guru adalah rata - rata masalah itu. Kemudian juga ditambah ketika sedang mengajar, bila seorang guru bertanya kepada siswa di kelas yang aktif juga siswa perempuan. Loh, mengapa bisa jadi begitu? Seharusnya anak laki-laki kan aktif juga, tidak anak perempuan saja. Tapi begitulah kejadiannya.
Meninjau dari masalah tersebut, maka dapat disimpulkan yang dominan rajin dari tahun ke tahun adalah anak perempuan bukan anak laki-laki. Untuk itu, timbul sebuah pertanyaan. Mengapa anak perempuan lebih rajin daripada anak laki-laki?
Ada beberapa hal penyebabnya, diantaranya adalah : 1). Anak perempuan lebih rajin membaca daripada anak laki-laki di rumah. Rajinnya anak perempuan secara otomatis karena juga merupakan motivasi dan stimulus dari Ibunya yang juga perempuan. Dengan rajin membantu Ibunya, secara langsung anak perempuan menjadi sudah terlatih termasuk itu rajin membaca. Sehingga memungkinkan bertambahnya pengetahuan anak perempuan secara akademis 2). Anak perempuan lebih rajin mengerjakan PR di rumah atau di sekolah, tidak malas mengerjakan PR sebagai efek dari rajinnya di rumah. 3). Sedangkan laki - laki waktunya habis main - main di luar rumah sehingga mengakibatkan kemampuan psikomotorik si anak untuk terbiasa berlatih kearah kecerdasan intelek tidak memadai. Anak laki-laki akan lebih suka berkumpul dan bergabung dengan temannya di luar lupa dengan tugasnya belajar di rumah. Akibatnya ketika guru menagih tugas di sekolah . Siswa laki - laki akan menjawab. " Tugas yang mana, Bu?" Itulah jawaban yang muncul daripada dipikiran mereka disertai dengan diamnya karena ketidaktahuan dan juga keterbatasan pengetahuannya.
Perbedaan antara anak perempuan dan anak laki-laki ini dari segi akademisnya sudah ditunjukkan oleh anak perempuan mulai dari semenjak dini. Semenjak dari kecil anak perempuan sudah berorientasi dan merasakan hal -hal yang lebih kecil dalam proses pengolahan rasa dalam hidupnya. Tidak beda dengan anak laki -laki, yang nilai rasanya lebih tinggi tentu saja sama cerdasnya dengan anak perempuan yang rajin tadi. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari tahun 2000 hingga tahun 2010. Selama kurun waktu tersebut melibatkan anak 1.5 juta jiwa usia 15 tahun. Sebanyak 75 persen negara mengakui anak perempuan lebih cerdas dan rajin dibanding anak laki-laki di sekolah.
Berdasarkan masalah di atas, solusi yang bisa dilakukan adalah : 1). Pihak orangtua ada baiknya sering menanyakan tugas apa yang diberikan guru di sekolah, agar si anak ingat dengan tugasnya di sekolah. 2). Mengajari si anak agar pandai membagi waktu untuk bermain di luar, agar tidak berlarut-larut. 3). Menyediakan ruang belajar guna memancing niat belajar anak. 4). Menjadi teman bagi anak saat belajar di rumah agar anak mendapat dukungan positif dari orangtua. 5). Memberi pujian atau reward terhadap tugas dan penilaian yang diperoleh anak di sekolah.
Demikian gambaran singkat tentang masalah dan solusi bagi anak yang kurang rajin belajar dan kurang perhatian terhadap tugas belajarnya di sekolah ataupun di rumah. Semoga bermanfaat. Wassalam. Sumber: **(censored)**
------------------------------------------------
Tantangan menulis hari ke/20
Gurusianer menulis hari/211
MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan