NAFAS KEMARAU MENYISAKAN RINDU PADA SANG HUJAN.
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Detik waktu berlalu ....
Oleh tingkah hujan yang telah lelah
Mencekam dalam nafas kemarau
Pohon - pohon meranggas
Mematung
Daunnya mengeriting dan berguguran
Jatuh ke tanah
Karena kehausan
Tanah jadi meradang, retak
🌼
Kemarau panjang
telah menyapu bersih
Mengubah menjadi tandus.
gersang.
Tak terlihat air dari langit
menetes ataupun rinai yang jatuh
Hanya debu dan tanah yang terlukis
Sedih.
🌼
Kemarau..Panjang
Nafasmu menyisakan jejak-jejak
Kepiluan.
Pada sukma kehidupan
Mencekik dalam kepedihan
Sesal membuncah
Menyia-nyiakan hujan
tanpa pesan padanya.
Rindu hari membelenggu kehausan.
Kemarau .....
--------------------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_33
Gurusianer menulis hari Ke_223
#Puisi hari_70
MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan