CINTA TERHALANG SAMUDERA (4 )
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Dengan tertatih - tatih Arumni berusaha untuk berdiri dari tabrakan pemotor tersebut dan menaiki motornya. Arumni berpikir hari ini sudah pasti Ia telat masuk kerja. Dalam keadaan meringis pedih, rupanya kaki Arumni sedikit ada yang lecet tepat di mata kaki. Karena itu Arumni tidak memacu gas motornya agar segera sampai di kantor. Arumni jadi heran juga, mengapa pemotor tersebut tidak melihatnya. Padahal Arumni ada di depan mata lelaki tersebut. Arumni merasa tak mungkin pemotor itu tidak melihat. Apa pemotor itu sengaja untuk menabraknya? Batin Arumni berkecamuk di sepanjang jalan . Akibatnya Arumni hampir melindasi jalan aspal yang berlubang.
***
Sesampai di kantor sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB pagi. Arumni terlihat berjalan jingkrak-jingkrak di lobi kantor, ternyata kaki Arumni sedikit keseleo. Dengan raut wajah meringis, Arumni berusaha cuek saja dan berjalan seperti biasa. Namun terlihat juga oleh salah seorang temannya yang bernama Rusi. Rusi jadi heran lalu berusaha mendekati Arumni dan bertanya tentang kondisi Arumni.
" Arumni, loh kamu kenapa kok jalan jingrak begitu, memang kakinya kenapa,? " Tanya Rusi ketika saat itu lagi di lobi.
" Yach, Aku diserempet motor tadi Rus, sedikit lecet" Jawab Arumni sambil menoleh ke arah bawah untuk memperlihatkan kakinya.
" Oh, kasihan.. kebetulan aku ada obat betadin di dalam tas yang sengaja aku simpan, Rum. Sebentar kuambil. Rusi mengambil obat betadin tersebut pada tas yang disandangnya. Kemudian benda itu diberikan pada Arumni.
" Ini Arumni, oleskan pada kakimu yang lecet itu!" Perintah Rusi menawarkam kebaikannya pada Arumni. Arumni mengambil obat betadin yang disodorkan oleh Rusi. Rusi tersenyum agak lega karena bisa membantu Arumni. Sepertinya mereka berdua sudah begitu akrab.
**
Tak lama kemudian Arumni sudah sampai di bibir pintu ruang kerjanya, namun tiba -tiba di penghujung belahan ruangan, sekelebat bayangan lelaki hadir di pelupuk matanya . Lalu bayang tersebut menghilang. Yach, Arumni melihat bayangan seorang lelaki, dengan mengenakan kostum sangat persis dengan lelaki yang menabraknya di depan kosannya. Arumni kaget dan berusaha mengejar bayangan lelaki tersebut dalam kondisi kaki masih jingkrak-jingkrak, pas di ruang paling ujung, yang ada bengkolan. Arumni juga melihat punggung seorang wanita dengan postur tubuh yang sudah Arumni kenal. Sepertinya lelaki itu barusan dari arah ruangan wanita tersebut. Bellani, Arumni ingat nama wanita tersebut. Mungkinkah lelaki itu ada kerjasama dengan Bellani? Mengapa bisa ada di kantor ini? Pikir Arumni sembari membalikkan tubuhnya dengan penuh tanya.
( Bersambung)
-------------------------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_44
Gurusianer menulis hari Ke_225
MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan