Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

CINTA TERHALANG SAMUDERA (5 )

Oleh. Alina Said, S.Pd.

Dalam pikiran yang sedang berkecamuk dan dalam kondisi kakinya yang sedang terjingkrak_jingkrak. Arumni berusaha menggapai kursi singgasananya lalu terhenyak duduk lunglai dengan beribu tanya yang belum terjawab. Tetiba Rusi temannya menghampiri karena melihat Arumni yang sedang bimbang. Rasa penasaran membuat Rusi sontak saja mendekati Arumni kemudian....

" Hai... Rum, kamu kenapa sih tadi lari _ lari ? " Ungkap Rusi sambil menepuk pundak Arumni dari belakang tentunya Arumni jadi kaget.

" Aduh jadi kaget aku Rus, tadi itu aku mengejar sekilas bayangan yang persis sama dengan orang yang menabrakku. Seorang lelaki Ia keluar dari ruang Belanni tadi. Ada apa yach, lelaki itu dengan Bellani? Sepertinya ada sesuatu yang membuat perasaanku tidak enak atas kecelakaan pagi tadi atau jangan.... jangan...." Pembicaraan Arumni jadi terhenti dan bukam dan kemudian disambung oleh Rusi.

" Ya, tepat sekali aku juga curiga dengan sikap Bellani, akhir_akhir ini yang selalu memperlihatkan raut wajah selalu terpancar sinis menatapmu Rum, wajahnya itu seperti orang tidak bersahabat. Wajah itu sangat jelas sekali terlihat ketika kamu memberikan laporan kepada Pak Surya" Ujar Rusi menyakinkan Arumni. Lalu Arumni menegaskan perkataan Rusi.

" Benar Rus, aku juga merasa, apa perlu kita interogasi Bellani ya? " Sambung Arumni penuh harap. Arumni kelihatan perlu dukungan dari sahabatnya.

" Jangan dulu, kita lihat besok ketika Pak Surya datang. Apakah masih cemburu padamu.

" Baiklah Rus, ayo kita mulai kerja! " Ujar Arumni.

***

Raja siang sudah melewati teriknya. Tandanya sang surya sudah mulai beranjak meredup. Panas yang semula pedih menyenggat tubuh, sekarang hawanya sudah berasa sejuk. Serasa pagi memancarkan pesona indahnya oleh lantunan semburat mentari. Waktunya bagi karyawan untuk istirahat. Rusi dan Arumni terlihat beriringan mau menuju kantin. Ketika mereka berdua mau keluar berpapasan dengan Pak Surya. Pak Surya menegur mereka berdua.

" Rum, Rusi kita meeting sebentar ya, di ruangan pertemuan, tolong diberitahu teman yang lain, Belanni, Sinta dan lainnya, informasikan ke bagian resepsionis " Tegas Pak Surya.

" Baiklah Pak, segera kami informasikan ke bagian resepsiinis di ruang tunggu lobi-lobi, " Jawab Arumni sambil menoleh pada Rusi dan mengajak Rusi ke arah sana.

***

Sesampainya mereka di lobi - lobi. Mata mereka jadi nanar.Terlihat Bellani dan csnya Sinta ada di sana duduk_ duduk sambil membuka gawainya. Arumni memberi kode sama Rusi agar pura _ pura tidak melihat. Lantas Arumni memberitahukan maksudnya pada pelayan resepsionis yang ada di sana. Reaksi pelayan resepsionis malah sebaliknya. Pelayan tersebut menyuruh Rusi dan Arumni untuk mengumumkannya lewat microfon. Pelayan itu menyodorkan microfon tersebut pada Arumni. Namun Arumni menolak dengan alasan bahwa bukan tugasnya. Melihat percakapan Arumni bersama resepsionis, tiba _ tiba sudah berdiri saja Bellani di dekat mereka. Bellani sengaja mendekati mereka agar Arumni tidak mengumumkan informasi meeting, karena Bellani tahu suara Arumni bagus bak penyiar radio atau berita. Bellani cemburu dan iri. Bellani takut orang lain tahu bahwa Arumni dan Rusi banyak punya talenta.. Raut wajah Bellani melukiskan rasa hasad. Bellani minta agar resepsionis saja yang menginformasikan acara meeting tersebut. Akhirnya tak perlu diinterogasi ternyata rasa cemburu Bellani sudah kelihatan. Kemudian Bellani berlalu meninggalkan dua orang sahabat itu dengan hati merasa puas. Karena selama ini Bellani merasa telah tersaingi. Lalu kedua sahabat tersebut menggeleng_gelengkan kepala. Seraya berkutat.... Bellani... Bellani. .....

( Bersambung )

----------------------------------------

Tantangan menulis hari Ke_48

Gurusianer menulis hari Ke_228

MGI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post