Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

CINTA TERHALANG SAMUDERA ( 6 )

Oleh. Alina Said, S.Pd.

Lalu kedua sahabat tersebut beranjak dari ruang resepsionis kembali ke ruang kerja memberes-bereskan peralatannya. Selanjutnya menuju ruang meeting room. Di sana sudah menunggu beberapa karyawan. Selang waktu seperempat jam, ruang meeting room yang berbentuk U_shape sudah dipenuhi oleh karyawan dan karyawati guna mendengarkan penjelasan informasi bisnis. Mereka sepertinya tenang dan membisu. Setelah beberapa menit kemudian muncullah Pak Surya.

***

Pak Surya lalu membuka suara.

" Para karyawan dan karyawati, yang hadir di ruang meeting saat ini, kita hanya meeting sebentar saja karena ada yang ingin saya sampaikan, yakni hasil jual saham bisnis kita blue chip stocks habis terjual di mekanisme perdagangan saham yang dibeli oleh para investor, artinya dalam jangka waktu panjang ke depan perusahaan masih bisa kita kelola dengan baik. Semoga bisnis usaha kita ke depannya mendapatkan reputasi yang gemilang" Tukas Pak Surya. Saya selaku direktur perusahaan dan sekaligus kepemilikan perusahaan banyak _ banyak mengucapkan terimakasih atas kerjasama kawan_kawan semua. Begitu juga dengan Arumni terimakasih telah membuat laporan keuangan perusahaan kita dengan baik.

***

Arumni tertegun. Ia tak mengira kalau Pak Surya bisa menyanjung dirinya di depan kawan _ kawan yang lain. Rusi terperajat juga ketika Pak Surya menyebut nama Arumni. Netranya mengajak untuk melihat wajah Bellani yang ternyata laksana orang yang tak pandai menari tapi piawai mengatakan lantai yang terjungkit. Demikian juga Arumni. Sontak palung hati Arumni tersirap. Arumni memahami sikap Bellani Lalu tatapannya kembali beralih menghadap pada Pak Surya.

" I... Iaaaa...., Pakk... " Jawab Arumni dengan suara yang terputus - putus. " Sudah, hanya itu yang bisa saya sampaikan. Terimakasih atas perhatiannya. Berhubung karena hari juga sudah sore mungkin kita tutup langsung kantor dan kita pulang. " Tegas Pak Surya mengakhiri pembicaraannya.

***

Selesai Pak Surya bicara. Semua peserta meeting yang berada di ruang, bertepuk-tangan. Pak Surya lalu menyalami semua bawahannya. Semua karyawan yang ikut meeting melukiskan kebahagiaannya. Di luar terlihat sangkala mulai meredupkan cahayanya. Pertanda sore sebentar lagi menjelang senja. Di jalanan kenderaan roda empat dan roda dua pun semeliran kian kemari. Tanda pekerja kantor sudah mulai pulang menuju ke pemondokan keabadian. Arumni pun terlihat keluar dari ruang lobi_lobi sejenak menghirup udara alam berdiri di bibir pintu lobi_lobi. Menyusul Rusi dan Bellani. Mereka berbaur lagi dengan alam dan desahan angin, seiring dengan laju kendaraan motornya masing_masing.

( Bersambung)

----------------------------------

Tantangan menulis hari Ke_02 Gurusianer menulis hari Ke_234 #Cerpen ke _08 MGI Salam literasi Minggu_21 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post