CINTA TERHALANG SAMUDERA ( 7 )
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Saat mentari kembali ke peraduannya Arumni baru saja sampai di kosan dan langsung menaruh motornya di garase. Ketika motor ditaruh tiba - tiba, Ibu kosan keluar lalu menegur Arumni.
" Baru pulang Rum? " Sapa Ibu kos.
" Ia nih Bu, sudah senja baru sampai, saya telat karena ada meeting di kantor, " Jawab Arumni. Saat Arumni sedang berbicara dengan Ibu kosnya . Diam _ diam Meisia sudah menguping pembicaraan mereka lewat ventilasi jendela kamarnya. Gadis itu terlihat tidak suka sama Arumni. Meisia yang bekerja di salon kecantikan ternyata sudah lama memperhatikan Meisia. Tapi di raut wajahnya tak pernah terlihat rasa itu. Makanya Arumni yakin semua temannya adalah orang baik. Namun beda dengan Nilasari yang bersebelahan kamar dengan Meisia. Ia orangnya cuek dan tak mau tahu urusan hidup pribadi orang lain. Orangnya yach biasa_biasa saja, super dan menyenangkan. Ia bekerja di sebuah bank. Hari ini Arumni tak melihat Nilasari mungkin lagi di dalam kamar.
***
Tanpa bicara lagi sama Ibu kosan, Arumni segera masuk ke kamarnya. Lalu mengambil air mineral segelas untuk meredakan tenggorokan yang sudah terasa meradang akibat kelelahan. Arumni merasa capek . Arloji di tangan dilirik kiranya sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB lalu Ia berdiri. Namun tiba-tiba gawainya yang ditaruh di meja berdering.
" Kring.. kring... kringg.. "
" Siapa ya, yang menelpon?" Bisik hati Arumni penasaran. Terlihat di layar monitor nomor yang tidak dikenal. Lantas Arumni taruh kembali di meja. Ia berjalan menuju ke kamar mandi. Baru dua langkah kakinya menginjak lantai. Gawainya berdering kembali. Arumni tak menghiraukan deringan itu.
***
Selesai salat Arumni angkat juga gagang telepon karena suaranya berisik terus....
" Hallo... Arumni ya? " Ucap suara orang dari seberang telepon. Suara itu seperti suara yang sudah Arumni kenal. Tapi Arumni belum yakin benar.
" Ya, ini siapa ya?"Jawab Arumni.
" Masa Arumni nggak kenal, aku Meisia," Celoteh Meisia memulai pembicaraannya. Suara Meisia terdengar begitu lembut dan manis.
" Yach, ada kabar apa Mei, " Tutur Arumni lagi..
" Rum, kau dari mana ya tadi. Kok kau sampai telat pulangnya. Apa kau itu habis diajak Pak Surya jalan_ jalan ke mall, ya? " Tukas Meisia bicara. ngelantur.
" Serr...., " Darah Arumni serasa mendidih dituduh begitu oleh Meisia. Laksana disambar gledek Arumni mendengar perkataan itu. .
" Mei.. Jaga ucapannya ya, sedikitpun tak terbesit niat buruk yang kamu sangka itu di diriku. Kamu kok bisa tahu dengan namanya Pak Surya, dari mana? " Tukas Arumni kesal. . Ibarat baru mendapat durian runtuh Meisia malahan tertawa menjawab balik ucapan Arumni. Tidak terbayangkan dipelupuk mata Arumni. Pak Surya yang baik orangnya dituduh. Mengapa pikiran Meisia jelek begitu.
" He.. hee...hehe..., " Lalu gawainya dimatikan Meisia. Palung hati Arumni tergerus. Hatinya jadi merintih. Mengapa ya, orang baik selalu disakiti? Arumni bermonolog seraya menaruh kembali gawainya di atas meja.
( Bersambung )
--------------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_10
Gurusianer menulis hari Ke_2
41
MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan