DI MANA BUMI DIPIJAK DI SITU LANGIT DI JUNJUNG
Oleh. Alina Said, S. Pd.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung adalah sebuah pribahasa yang menyatakan bahwa di mana pun kita berada kita harus mengikuti adat dan istiadat yang menjadi kepercayaan daerah yang bersangkutan. Kita tidak bisa tinggal di suatu daerah jika kita tidak menghormati adat yang berlaku yang merupakan kepercayaan yang dipakai oleh daerah tersebut. Pribahasa ini tentunya memberikan gambaran kepada kita untuk bisa hidup di masyarakat dengan memedomani adat dan istiadat daerah tersebut. Lagi pula pribahasa ini mengandung banyak makna positifnya. Sehingga membimbing kita ke arah yang benar, yang tidak melenceng dari tataran dan aturan serta norma- norma yang berlaku bagi suatu daerah.
*
Apabila kita bisa mengikutinya maka sangat bermanfaat bagi kita dan juga bagi orang lain. Salah satunya bisa saja terkait dengan prihal budaya. Di mana ketika kita tinggal di suatu tempat sudah selayaknya kita berperilaku, bersikap dan menghargai budaya setempat. Hendaknya kita bisa menyesuaikan diri terhadap adat tersebut. Bak pepatah juga mengatakan " Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya , artinya : setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda; satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain. Karena masing - masing daerah pasti punya adat dan beda ragam bentuknya. Alangkah merugi kita atau suatu daerah ataupun perorangan bila tidak punya adat, karena banyak manfaat yang kita peroleh bila punya adat, di antaranya : a) Sebagai acuan sistem norma / tata kelakuan masyarakat. b) Memperkuat integritas pola perilaku masyarakat. c) Sebagai media untuk saling hidup rukun dan menjunjung tinggi kebersamaan.
*
Oleh karena itu, tidak bisa rasanya sesuka hati kita untuk bersikap yang bertentangan dengan budaya suatu daerah. Apalagi jika kita sudah hidup berumahtangga. Hal yang sangat sensitif sekali, efek sikap tersebut bisa merembak memengaruhi dan dipengaruhi orang lain maka perlu bagi kita mengikutinya. Jadi, di mana pun kita berada, kita musti ingat dan memedomani pribahasa tersebut. Salam
------------------------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_35
Gurusianer hari Ke_225
MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan