CINTA TERHALANG SAMUDERA ( 8 )
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Malam semakin larut, dan sunyi. Ada rasa yang mengundah di dada karena mendengar perkataan Meisia tadi sore. Bila ingat kata_kata itu Ingin rasanya Arumni pulang ke kampung, bertemu Ibunya dan mencurahkan rasa risi yang melanda. Namun, Arumni ingat dengan pesan Ibunya , bahwa hidup di rantau orang mesti kukuh melawan arus gelombang. Sontak rasa itu kembali menjadi kecut. Tapi... perasaan itu terucap juga dari lubuk hatinya.
" Ibu... Arum ingin pulang, tapi lautan samudera luas membentang" Ucap Arumni yang menyusup dari palung hati. Sekejap bulir_bulir kristal telah merembes di pipi Arumni yang ranum. Rasa sedihnya muncul lagi. Semangat dan gairah hidup berasa pupus. Arumni mencoba menepiskan gundah yang melara di dada. Lalu dengan mengucapkan kalimah istiqfar. Rasa itu perlahan reda. Seterusnya Ia ambil gawai agar perasaan itu pupus. Kemudian gawainya pun berdering.
***
Kring...
Kring...
Kring... kring... kring. Tertulis di layar monitor " Rusi" Lubuk hati Arumni mulai longgar perasaannya.
" Ya, ada apa Rusi? " Ucapan sapa Arumni membuka suasana bincang di telepon.
" Rum, besok jangan telat ya?" Ungkap Rusi di seberang telepon.
" Memangnya ada apa Rusi? " Tanya Arumni balik.
" Kata Pak Surya, usai meeting kemarin ngajak makan bersama di luar, " Sambung Rusi
" Yach...Kan waktunya siang Rus, bukannya pagi, Rus, Rus, tapi...kayaknya aku nggak bisa deh!.
" Memangnya kenapa, kok nolak mentah? " Jawab Rusi dengan nada tertegun.
" Aku takut difitnah saja " Ucap Arumni lirih dengan suaranya yang menyerak.
" Loh, siapa yang berkata begitu. Rasanya cuma perasaan mereka doang, Rum, " Tegas Rusi
" Mungkin saja begitu " Lanjut Arumni sembari mengusap-ngusap mukanya yang sudah mulai mengantuk.
" Okelah, besok kita selesaikan sama Bellani.," Jelas Rusi sambil menutup teleponnya.
Arumni jadi terperajat. Apa benar Bellani sifatnya begitu. Kalau benar baiknya diluruskan agar tidak menular pada yang lain. Hati Arumni bertanya_tanya sendirian.
***
Keesokan harinya, saat sang fajar telah memunculkan rupanya di ufuk timur. Arumni sudah berada di luar pagar kosannya. Namun tetiba Meisia datang memperlihatkan batang hidungnya lalu dengan entengnya melontarkan kata-kata yang tidak baik. Arumni kagetnya minta ampun. Ingin rasanya Arumni melabrak wajah bak rembulan kesiangan itu. Namun cepat_cepat emosi itu dikendalikannya.
" Meisia, janganlah berkata begitu. Salah aku apa padamu. Aku tak pernah ada urusan denganmu. Kenapa aku diledekin terus ?" Ujar Arumni dengan nada merendah dan memegang pergelangan tangan Meisia.
" Arumni mendekati Meisia, ada apa Meisia, kenapa suka ngeledekin aku? " Ucap Arumni serasa benak di kepalanya mau pecah. Arumni berusaha memperkuat genggaman pergelangan tangan Meisia. Meisia jadi menunduk seperti maqnet apa yang membuat perasaannya tersentuh. Ia memutar badan ke arah Arumni sambil tersenyum.
" Rum, maafkan aku sudah salah menduga tentang dirimu. Sebenarnya aku dapat informasi dari Bellani. Bellani temanku waktu SMP, pernah cerita padaku. Tapi ternyata apa yang dikatakannya tidak seperti yang aku bayangkan. Engkau ternyata baik orangnya. Aku cuma ingin bersahabat denganmu, Rum. Maafkan aku ya, " Jelas Meisia sambil membalas peggangan erat tangan Arumni. Mereka berdua pun tersenyum sumringah.
" Ya, sudahlah Meisia... aku tidak seperti yang kalian bayangkan, aku pergi kerja dulu ya, nanti kita bicara lagi " Jawab Arumni seraya menepuk pundak Meisia. Selanjutnya Arumni pergi meninggalkan Meisia dengan kondisi membukam dalam kesendirian.
( Bersambung )
----------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_17
Gurusianer menulis Ke _248
MGI
Senin, 5 April 2021
Salam literasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan