CINTA TERHALANG SAMUDERA ( 9 )
Oleh. Alina Said, S.Pd.
Arumni menstater motornya menuju ke kantor. Sekejap netranya sempat melirik Meisia wanita yang berambut ikal kuning langsat, itu. Wanita itu terlihat tersenyum padanya. Arumni memacu laju motornya mengikuti waktu. Seperti biasa Arumni selalu dihadapkan pada arus lalu lintas yang penuh dengan kemacetan. Namun itu tidak terlalu lama. Karena di setiap persimpangan yang dilalui oleh Arumni, rambu_ rambu lalu lintas memantulkan cahaya lampunya sangat bersahabat bersama Arumni.
***
Setibanya di kantor, waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB pagi. Buru_buru Arumni memarkir motor bebeknya dan secepatnya memasuki ruangan kantor menyusuri ruang-ruang sebelum sampai di ruang Kerjanya. Energi yang dikeluarkan Arumni sudah maksimal. Hingga keringatnya mengucur membasahi kening dan pipinya. Sembari menyapa teman_teman yang sudah duduk santai di kursi empuk singasana mereka. Rusi tertegun menengok kedatangan Arumni yang terlambat. Netranya berbinar menatap Arumni yang sedang tergopoh-gopoh. Kemudian Ia pun melanjutkan kerjanya kembali. Sesampai di meja kerja, Arumni berusaha menggeser kursi tempat duduknya, agar tidak menghalangi dirinya untuk cepat duduk. Lalu Arumni menaruh tote bag yang memuat laptop di atas meja yakni gawai yang sering dibawanya kemana_mana. Suasana yang senyap seketika berubah semarak oleh Arumni yang menyapa Rusi.
" Maaf, Rus... aku telat juga jadinya, " Sapa Arumni pada Rusi yang sedang asyik memainkan jemarinya di pelataran Keyboard .
" Oh, ya pasti ada apa_apanya di jalan. " Rusi mencoba menebak alasan Arumni kenapa bisa telat. Arumni menjawab dengan menggelengkan kepala.
" Lalu, karena apa? " Tanya Rusi lagi.
" Biasalah, sengaja agar bisa nyantai di jalan, " Tukas Bellani mendadak saja sudah tiba di hadapan mereka berdua. Rusi dan Arumni jadi terperajat hingga mereka langsung berdiri.
" Hei, Bellaniii... Mulutnya dijaga ya, jangan asal ngelonsos saja keluarnya! " Tegas Rusi berteriak dengan nada tinggi. Tangan Rusi berkacak pinggang karena saking marahnya melihat prilaku Bellani selama ini. Rusi sudah berhadapan sama Bellani.
" Ia, Bell,...Jangan suka ngomong nyindir_nyindir begitu, jangan sampai orang lain tersinggung mendengar ucapanmu itu, jaga mulut apa lagi di kantor ini," Ungkap Arumni seraya berdiri dari tempat duduknya. Tapi, hal itu di luar dugaan, bukan Arumni yang didekati oleh Bellani tapi adalah Rusi. Hentah mengapa bagaikan disambar gledek Bellani pun menonjok kening Rusi dengan telunjuk kanannya.
" Kamu, sok jagoan ya Rus, sok pintar dan sok belagu. Naif lu! " Sorak Bellani keras dan tiba-tiba.
" Blakkkk.... Tangan kanan Bellani melayang ke arah pipi Rusi di sebelah kanan. Rusi menahan kesakitan sambil memeggang pipinya yang agak memerah . Karena terasa sakit Rusi balas menampar bagian kanan dan kiri pipi Bellani. Lalu melihat kejadian itu Arumni berusaha melerai mereka. Tetapi Bellani malahan mendorong badan Arumni Akibatnya Arumni jadi sempoyongan. Untung Arumni bisa menjaga keseimbangan badannya dan sempat menarik lengan Bellani hingga Bellani akhirnya terjatuh. Di pipinya terlihat memar merah bekas tamparan Rusi.
***
Layaknya bermain badminto untuk mensmash lawan, Rusi dan Bellani bertanding pukul-pukulan. Namun, tiba-tiba di pintu kantor sudah berdiri Pak Surya. Mereka jadi menghentikan pertengkarannya. Tetapi terlambat Pak Surya sudah melihat mereka. Tentu saja mereka jadi terkejut. Ketika Pak Surya masuk, Pak Surya melihat Bellani lagi meringis dan juga Rusi. Semua yang berada di dalam kantor jadi tegang . Mereka sudah mengelilingi Rusi sama Bellani begitu juga Arumni.
" Ada masalah apa, ini Arumni?" Tanya Pak Surya dengan ekspresi marah. Arumni menceritakan duduk persoalannya. Rusi hanya diam sementara Bellani masih terlihat terduduk dalam kesakitan karena mendapat tamparan dari Rusi dua kali berturur-turut. Sekarang Pak Surya baru mengerti. Pak Surya menasehati Bellani dan Rusi serta Arumni. Memberi nasehat pada mereka bertiga dengan berkata bahwa dalam suatu organisasi jangan sampai ada perselisihan, tidak boleh ada rasa sakit hati dan cemburu pada teman . Semua kita bekerjasama untuk mencapai tujuan. Pak Surya menegur Bellani jangan sering kelewatan bercanda karuan sehingga seringkali memancing dan memperkeruh suasana . Untuk ke depannya Bellani diingatkan oleh Pak Surya agar menjaga suasana di kantor tidak seperti orang yang berada di tengah pasar menawarkan dagangannya.
***
Semua jadi terdiam. Selanjutnya Pak Surya menyuruh Bellani meminta maaf pada Rusi serta Arumni. Dalam perasaan serasa galau dan juga timbul penyesalan serta rasa malu Bellani berusaha bangkit menyalami Rusi dan Arumni.
" Maafin saya ya Rum, karena sering ngeledekin kamu terus selama ini," Ucap Bellani memelas. Bellani mengulurkan tangannya dan menatap Pak Surya yang menginginkannya baikan sama Arumni dan Rusi
" Ya Bell, saya juga minta maaf ya, " Jawab Rusi sambil merangkul Bellani. Demikian juga Arumni juga tak tinggal diam mengulurkan tangannya ke arah Bellani mereka saling bersalaman.
" Ya, sudah...Sekarang kembali ke tempat kerja masing_masing, bubar semua" Tegur Pak Surya. Mereka yang melihat pun bubar.
Seluruh karyawan yang hadir menyaksikan kejadian itu, kembali ke meja kerja. Begitu juga Arumni. Namun tetiba gawainya terdengar berbunyi dari tote bag. Arumni nengangkat handphone tersebut dan terkaget, ternyata yang menghubunginya adalah Ibunya yang mengabarkan bahwa Bapaknya dalam keadaan sakit. Ibunda Arumni meminta Arumni untuk pulang karena kangen sama Arumni.
" Ya, Tuhan...kuberharap yang terbaik buat Bapakku, haruskah aku pulang ke Sumatera dan meminta izin cuti pada Pak Surya? " Rintih batin Arumni bermonolog.
( Bersambung )
Gurusianer yang hebat, cerita pendek " Cinta Terhalang Samudera" akan memasuki episode yang terakhir. Apakah Arumni jadi menjenguk Bapaknya yang sedang sakit ke Sumatera? Mari Ikuti cerita " Cinta Terhalang Samudera" ini selanjutnya. Wassalam
----------------------------------------------------------
Tantangan menulis hari Ke_ 23
Gurusianer menulis hari Ke_ 254
MGI
Salam literasi, 11 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan