Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

TRADISI ZIARAH JELANG BULAN RAMADAN

Oleh.  Alina Said,  S. Pd. 

 

Salah satu tradisi bagi orang Muslim dalam menyambut Bulan Ramadan adalah berziarah ke kuburan  keluarga  tercinta seperti kuburan Orangtua, Kakek Nenek dan mungkin family lainnya  yang telah dulu dipanggil Tuhan. 

Kegiatan berziarah memang tidak diwajibkan karena hukumnya sunah.  Namun hal itu dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim.  Sesuai dalam  hadist berikut ini : 

Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Artinya: "Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat." (HR. Muslim).

Kegiatan  berziarah ini dilakukan diharapkan agar bisa  : 1). Melembutkan hati para penziarah yang sedang kelam ( sedih),  2).   Mengingatkan akan adanya hari  akhirat .  3). Mengusir kesenangan terhadap duniawi.

Berdasarkan hadist tersebut,  lalu apa saja yang bisa kita lakukan  saat kita dalam berziarah : 1). Membersihkan kuburan dari rumput -rumput liar dan semak belukar yang tumbuh di sekitar kuburan  2). Menyirami kuburan yang sudah dibersihkan dengan berbagai kembang yang beraroma seperti:. Bunga mawar,  melati,  daun pandan,  bunga cempaka,  sedap malam, bunga kenanga atau rayam. Pokoknya bunga untuk nyekar.  3). Mendoakan orang yang ada di dalam kubur. 

Mendoakan orang yang di dalam kubur tidak saja hanya dilakukan menjelang memasuki ramadan, namun umumnya di saat merayakan  idul fitri pada hari ketiga ada juga orang melakukannya. Pada saat idul fitri  keluarga yang melakukan ziarah musti menyediakan makanan untuk orang yang mendoakan. Biasanya itu dilakukan di lapangan atau di mushalla, dekat tempat dimana dikuburkan yang didoakan. Setelah selesai didoakan, tuangku atau ustad baru menyiram kuburan dengan air yang sudah diaduk-aduk dengan kembang.  Istilahnya yang disebut dengan nyekar,  sebanyak tiga kali oleh yang mendoakan baru selanjutnya dilakukan oleh pihak keluarga yang diziarahi.  

Demikian penjelasan singkat mengenai tradisi berziarah menjelang bulan ramadan atau idul fitri. Mohon maaf jika ada di tulisan ini  kekurangan. Wasallam. 

 

---------------------------------------------------------

Tantangan menulis hari Ke_24

Gurusianer menulis hari Ke_255

MGI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post